News

Pasien Positif Covid-19 di Bangka Barat Bertambah 17 Orang

Dinkes mencatat adanya penambahan 17 orang warga bangka Barat yang terpapar COVID-19


Pasien Positif Covid-19 di Bangka Barat Bertambah 17 Orang
Petugas kesehatan saat melakukan pemeriksaan wartawan yang mengikuti swab test di gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2020). Swab test kerjasama antara Dewan Pers dan Pemprov DKI tersebut untuk memonitor dan mencegah penyebaran COVID-19 di kalangan wartawan (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Satuan Tugas Penanganan COVID-19 di Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung menyebutkan telah terjadi penambahan pasien positif virus corona di daerahnya sebanyak 17 orang.

"Dengan adanya penambahan kasus tersebut, jumlah keseluruhan pasien yang masih menjalani perawatan dan isolasi menjadi 32 orang," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bangka Barat M. Putra Kusuma di Mentok, Senin, (1/3/2021).

Ia menjelaskan, sebanyak 17 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19 tersebut berasal dari Kecamatan Mentok sebanyak tujuh orang dan dari Jebus sebanyak 10 orang.

Sebanyak 17 orang pasien tersebut terdiri dari nyonya Ko (23), Ra laki-laki (12), Az perempuan (9), nyonya Rb (48), Ar perempuan (14), tuan Rs (36), Is perempuan (10), nyonya Su (32), Iz perempuan (9), tuan Mr (41), tuan Ma (27), tuan Sh (56), Sn perempuan (9), nyonya Na (36), Ra laki-laki (2), Rm perempuan (20) dan nyonya Rv (34).

"Mereka sebagian besar tertular dari kontak erat keluarga terdekat dan saat ini sedang dilakukan perawatan di RSUD Sejiran Setason, menjalani isolasi di Wisma Karantina Pemkab Bangka Barat dan sebagian menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing," katanya.

Untuk jumlah kasus yang ditemukan di Kabupaten Bangka Barat selama pandemi COVID-19 sebanyak 340 orang, enam orang di antaranya meninggal dunia dan 302 dinyatakan sembuh atau selesai isolasi.

Ia mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker untuk meminimalkan risiko penularan karena saat ini sudah terjadi transmisi atau penularan antarwarga di dalam daerah.

"Pola penularan sudah antarwarga sehingga kita wajib disiplin menjalankan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari," pungkasnya. []

Sumber: Antara