News

Pasien OTG dan Gejala Ringan Dominasi di Rumah Sakit, Kemenkes Tegaskan Cukup Isoman

Pasien OTG dan Gejala Ringan Dominasi di Rumah Sakit, Kemenkes Tegaskan Cukup Isoman
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi (Dokumentasi BNPB)

AKURAT.CO, Kemenkse menyatakan pasien yang terpapar Covid-19 varian Omicron yang masuk ruang rawat intensif masih terkendali. Secara nasional, belum ada daerah yang kapasitas ruang perawatan intensif menyentuh angka 60 persen. 

Bahkan, DKI Jakarta sebagai episentrum penularan masih dikisaran 54,9 persen dari total 15.313 ruang isolasi yang disediakan. Begitu juga di ruang perawatan intensif yang hingga kini masih tercatat 44.1 persen dari total 921 tempat tidur yang disiapkan. Padahal, saat gelombang kedua yang ditandai dengan kemunculan varian Delta, DKI Jakarta merawat pasien Covid-19 sebanyak 18.824 di masa puncak gelombang Delta.

Demikian laporan teranyar dari Kemenkes terkait perkembangan terkini berdasarkan statistik kasus per kemarin, Selasa (15/2/2022). Kemenkes mengimbau agar pasien positif Omicron berstatus orang tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan cukup menjalani isolasi mandiri. Mereka tak perlu masuk rumah sakit. 

baca juga:

''Perlu kami imbau dengan tegas kembali pasien dengan tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan hendaknya dirawat secara isolasi mandiri (isoman) atau isolasi terpusat (isotar) yang disediakan pemerintah," kata Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya dikutip Rabu (16/2/2022). 

Penegasan dari Kemenkes itu bertujuan untuk menjaga agar rumah sakit bisa fokus melayani pasien dengan gejala sedang hingga kritis. Sebab mereka yang terkategori sedang kritis membutuhkan perawatan ekstra agar segera keluar dari dampak buruk paparan virus. 

"Mari kita bantu saudara-saudara kita yang lebih membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit karena memiliki gejala sedang, berat, kritis, dan memiliki komorbid,'' ujarnya. 

Berdasarkan catatan Kemenkes hingga 13 Februari lalu, pasien OTG dan ringan yang dirawat di rumah sakit dan sebagian besar tidak perlu terapi oksigen masih mendominasi. Dari 20.920 pasien dirawat di rumah sakit per 13 Februari 2022, 4.037 di antaranya berstatus OTG dan 9.664 bergejala ringan. 

"Ini artinya 65,49% dari pasien bisa Isoman di rumah atau di Isoter di tempat yang disediakan pemerintah selain di rumah sakit," ujarnya. 

Dia memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan layanan telemedisin dan layanan antar obat bagi pasien Isoman. Karenanya, pasien OTG dan bergejala ringan bisa memanfaatkan fasilitas itu untuk mendapatkan pelayanan dokter. 

''Layanan telemedisin dan pengantaran obat bagi pasien isoman sudah jauh lebih baik dan lebih siap melayani pasien sejak kita melakukan percepatan pelayanan 29 Januari 2022 lalu,'' ungkapnya.[]