News

Pasien Meninggal Dunia Akibat COVID-19 di Bangka Barat Bertambah Satu Orang

Satgas Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat adanya tambahan satu pasien COVID-19 yang meninggal dunia


Pasien Meninggal Dunia Akibat COVID-19 di Bangka Barat Bertambah Satu Orang
Petugas pemakaman membawa peti jenazah Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh untuk dimakamkan di TPU Jalan Muntok, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (4/10/2020). (ANTARA FOTO/Anindira Kintara)

AKURAT.CO, Satgas Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat adanya tambahan satu pasien COVID-19 yang meninggal dunia sehingga jumlah pasien yang yang meninggal dunia mencapai 27 kasus.

"Warga meninggal dunia tersebut sebelumnya sudah dilakukan pemeriksaan dan terkonfirmasi positif COVID-19, pasien meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Sejiran Setason," kata Juru Bicara Satgas Pengendalian COVID-19 Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma di Mentok, Selasa, (8/6/2021).

Ia menjelaskan, tambahan satu kasus meninggal dunia atas nama nyonya Fi (61) warga Kelurahan Sungaidaeng, Mentok. Almarhumah diketahui memiliki penyakit penyerta dan telah dilakukan pemeriksaan antigen pada 28 Mei 2021 dengan hasil positif.

"Jenazah nyonya Fi sudah dimakamkan dengan tata cara pemakaman jenazah COVID-19 di permakaman umum Kebun Nanas, Mentok," kata Putra.

Kasus meninggal dunia yang dilaporkan hari ini merupakan kasus kelima yang terjadi sejak Sabtu (5/6), dimana pada Sabtu terjadi satu kasus meninggal dunia, kemudian pada Minggu (6/6) satu kasus, Senin (7/6) dua kasus dan hari ini satu kasus sehingga total 22 kasus selama pandemi COVID-19.

"Kami berharap masyarakat semakin waspada dan selalu disiplin menjalankan protokol kesehatan, minimal pakai masker dengan baik dan benar, guna membantu upaya bersama meminimalkan risiko penularan virus," katanya.

Berdasarkan data Satgas Pengendalian COVID-19 Bangka Barat, jumlah keseluruhan kasus COVID-19 di daerah itu sebanyak 2.323 orang, pasien sembuh sebanyak 2.067 orang, 27 kasus meninggal dunia dan sisanya masih wajib menjalani isolasi, karantina dan perawatan. []

Sumber: ANTARA