News

Pasien di Bulukumba Wafat Setelah Perekaman E-KTP, Ini Penjelasan Kemendagri

Pasien di Bulukumba Wafat Setelah Perekaman E-KTP, Ini Penjelasan Kemendagri
Prof Zudan Arif, Dirjen Dukcapil Kemendagri (Rompi Biru) Berkoordinasi Teknis bersama Mensos Tri Risma (Jaket Cream), Direktur Pendataan Penduduk Kemendagri dan Bupati Batanghari (10/3) (Dokumen akurat.co)

AKURAT.CO, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merespons peristiwa meninggalnya seorang pasien di Kantor Dukcapil Bulukumba sesaat setelah perekaman e-KTP untuk kepentingan operasi penyakitnya.

Video detik-detik pria tua melakukan perekaman e-KTP viral di media sosial, Twiter. 

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengaku, telah mendapatkan penjelasan detail terkait peristiwa yang dialami Almarhum Amiludin itu dari pejabat Dinas Dukcapil Bulukumba secara detail. 

baca juga:

"Hikmah dari semua, saya meminta masyarakat yang sudah 17 tahun ke atas dan belum membuat KTP El segera membuat e-KTP agar saat membutuhkan untuk pelayanan publik sudah punya e-KTP," katanya dalam keterangannya, Rabu (16/3/2022). 

Dia menjelaskan, saat ini, e-KTP merupakan kebutuhan dasar setiap warga negara. Terutama untuk mendapatkan atau syarat pelayanan publik. Karenanya, setiap orang yang telah memenuhi syarat untuk segera mengurus e-KTP. 

"Karena saat ini e-KTP merupakan dasar dari semua pelayanan publik," katanya. 

Dia menjelaskan, Dukcapil sejatinya punya program jemput bola. Termasuk juga jemput bola ke Rumah Sakit (RS) untuk kebutuhan pasien. Tentu hal itu dilakukan atas permintaan dan seizin rumah sakit. 

"Dan dari Dukcapil sudah sering melakukan jemput bola ke RS atas permintaan keluarga pasien dan seijin rs nya. Hal ini kami lakukan semata-mata untuk kepentingan kemanusiaan. Bagi yang memerlukan layanan ini bisa langsung menghubungi Dinas Dukcapik setempat," katanya. 

Dia menambahkan, program jemput bola mendatangi rumah warga merupakan salah satu program prioritas Dukcapil. Terutama bagi warga masyarakat yang berkebutuhan khusus. Semua program itu dibuat dengan tujuan memudahkan pelayanan kepada masyarakat. 

"Kami dari Dukcapil siap melayani jemput bola, terutama untuk yang memiliki kebutuhan khusus. Bila lokasinya dekat, satu hari sebelumnya disampaikan. Bila lokasinya jauh 3 hari sebelumnya," ungkapnya.[]