News

Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Bangka Barat Bertambah 22 Orang

Banvgka Barat menyatakan jumlah pasien yang saat ini diwajibkan menjalani isolasi karena terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 22 kasus


Pasien Covid-19 Jalani Isolasi di Bangka Barat Bertambah 22 Orang
BIN selenggarakan tes usap massal di kantor Kecamatan, Makassar, Jakarta Timur, Selasa (12/1/2021). (Istimewa)

AKURAT.CO, Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan jumlah pasien yang saat ini diwajibkan menjalani isolasi karena terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 22 kasus sehingga jumlahnya mencapai 165 orang.

"Sebanyak 165 orang tersebut tersebar di enam kecamatan, meliputi Kecamatan Mentok 24 orang, Simpangteritip 14 orang, Parittiga 17 orang, Kelapa enam orang, Tempilang 26 orang dan paling banyak dari Kecamatan Jebus 78 orang," kata Juru Bicara Satgas Percepatan Pengendalian Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma di Mentok, Selasa, (13/4/2021).

Ia menjelaskan, sebanyak 22 orang yang dinyatakan positif terkonfirmasi virus corona jenis baru penyebab Covid-19 itu berasal dari lima kecamatan, yaitu Kecamatan Jebus delapan orang, Mentok empat orang, Simpangteritip dua orang, Parittiga empat orang dan dari Kecamatan Tempilang empat orang.

Kasus-kasus baru yang terlaporkan pada Selasa ini merupakan hasil dari pengembangan kontak erat kasus sebelumnya dan sudah melalui pemeriksaan tes cepat antigen dengan hasil positif Covid-19.

"Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Babel untuk pemeriksaan para warga yang memiliki kontak erat dengan kasus sebelumnya, di antara yang sudah diperiksa hasilnya menunjukkan positif Covid-19," ujarnya.

Dengan adanya penambahan 22 kasus baru tersebut diharapkan masyarakat di daerah itu semakin waspada dan disiplin menjalankan protokol kesehatan, minimal menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.

"Kesadaran menggunakan masker perlu terus ditingkatkan, kami juga mengimbau warga rajin cuci tangan menggunakan sabun, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan mengurangi mobilitas," katanya.

Menurut dia, penerapan protokol kesehatan merupakan salah satu upaya meminimalkan risiko penularan yang saat ini potensinya semakin meningkat karena sudah terjadi transmisi antarwarga dalam daerah.

"Pola penularan antarwarga dalam daerah sudah semakin meningkat, kita perlu menyikapi dengan bijaksana, waspada dan disiplin protokol kesehatan," katanya.

Sumber: ANTARA