News

Pasca PPKM Malioboro Akan Gunakan Sistem Satu Pintu untuk Bus Wisata

Semua wajib masuk dari Terminal Giwangan


Pasca PPKM Malioboro Akan Gunakan Sistem Satu Pintu untuk Bus Wisata
Pengunjung Malioboro diperiksa petugas Jogoboro, Kamis (11/6/2020) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Pemerintah Kota Yogyakarta tengah menyusun sistem satu pintu untuk bus pariwisata luar daerah. Rencananya, aturan ini akan diterapkan saat PPKM di Kota Gudeg berakhir nanti.

"Nanti pasca PPKM, kita masih harus menurunkan pertumbuhan kasus Covid di kota Yogya. Agar kesehatan masyarakat dan gerakan ekonomi bisa berjalan beriringan, protokol kesehatan jalan, ekonomi tumbuh," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Jumat (13/8/2021).

Kata Heroe, aturan satu pintu masuk ini dirancang demi mengendalikan mobilitas pendatang. Serta menekan penyebaran Covid-19 di Kota Yogyakarta seminimal mungkin.

Mekanismenya, semua bus dari luar daerah wajib berhenti di Terminal Giwangan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi tujuan. Di tempat tersebut akan ada petugas yang memeriksa kepemilikan kartu vaksin dan surat bebas Covid-19 berupa hasil negatif antigen maupun PCR.

Sopir dan penumpang yang tak memiliki syarat-syarat tersebut otomatis tak mendapat izin untuk menuju lokasi wisata. Sementara mereka yang lolos busnya akan diberi tanda dan diarahkan ke lokasi parkir tersedia.

"Dan kemudian diarahkan tempat parkirnya serta rute masuknya. Jadi selain menekankan protokol perjalanan antar kota, melindungi warga kota dan pelaku wisata, juga penataan arus lalu lintas di kota Yogyakarta," papar Heroe.

Terkhusus bagi bus pariwisata atau kendaraan pribadi yang hendak masuk ke area Malioboro, Pemkot Yogyakarta juga sudah menyiapkan aturan baru. Yakni, pembatasan durasi parkir maksimal 3 jam dan waktu kunjungan 2-3 jam saja.

Mereka yang masuk area Malioboro juga akan dicek kembali terkait kepemilikan kartu vaksin dan surat bebas Covid-19. Selain itu wajib menerapkan seluruh bentuk protokol kesehatan selama berada di lokasi.

"Tujuannya mengatur arus masuk di Malioboro, agar kondusif. Menjaga dan melindungi semua warga. Agar animo masuk di Malioboro bisa kita kendalikan jumlah orangnya. Sehingga tidak terjadi kerumunan besar di Malioboro, terutama di masa pasca PPKM nanti," imbuh Heroe.

Kata Heroe, aturan-aturan ini sudah mulai disimulasikan dengan melibatkan para pelaku wisata, TNI, dan Polri selama prosesnya. Pemkot Yogyakarta tak ingin nantinya ketika aturan diperlonggar malah justru memicu kemunculan ledakan kasus seperti setiap momen libur panjang.

"Kapan itu dilaksanakan? Sebagian kita kerjakan pasca PPKM, ada beberapa yang sudah kita simulasikan di masa PPKM secara terbatas," pungkasnya. []