Olahraga

Pasca Penembakan di Atlanta, Jeremy Lin Khawatir Bicara Soal Rasisme

Jeremy Lin adalah mantan pemain NBA yang menjadi salah satu tokoh olahraga yang bicara soal penembakan enam wanita Asia-Amerika di Atlanta.


Pasca Penembakan di Atlanta, Jeremy Lin Khawatir Bicara Soal Rasisme
Mantan pemain NBA yang kini bermain di G League untuk Santa Cruz Warriors, Jeremy Lin, merupakan salah satu tokoh vokal yang menyuarakan perlawanan terhadap rasisme atas warga Asia-Amerika. (THE NEWYORK TIMES)

AKURAT.CO, Mantan Pemain NBA yang kini bermain di G League, Jeremy Lin, angkat bicara tentang insiden penembakan delapan orang di tiga panti pijat di Atlanta, Amerika Serikat, Selasa (16/3). Enam dari korban tewas merupakan wanita Amerika keturunan Asia.

Lin, yang bermain di NBA selama sembilan tahun dan permainannya pernah dijuluki dengan istilah “Linsanity”, menjadi salah satu narasumber yang dimintai komentar tentang insiden ini karena pada Februari lalu ia mengaku mengalami perilaku rasis dengan dipanggil “virus corona” saat berada di lapangan.

Dalam wawancara dengan CNN, pemain keturunan Taiwan tersebut kini justru mengkhawatirkan bahwa sikapnya untuk bicara soal rasisme malah mendorong kekerasan terhadap warga Asia-Amerika yang sudah terjadi sejak Maret tahun lalu sejalan dengan merebaknya virus corona (COVID-19) dari Wuhan, China.

“Ini terasa seperti semakin besar dan terasa seperti semakin memburuk. Bahkan bagi saya, saya mulai bertanya: ‘jika saya semakin bicara, apakah saya mendorong lebih banyak orang untuk bahkan lebih membenci?’” kata Lin sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Bagi orang lain yang melihat tajuk-tajuk berita ini, apakah kami mendorong lebih banyak orang untuk melakukan hal-hal gila dan untuk menyakiti lebih banyak warga Asia-Amerika? Ini adalah proses berpikir yang sangat menakutkan.”

Kekerasan terhadap warga Asia-Amerika meningkat selama pandemi COVID-19 melanda AS dalam setahun terakhir. Lin mengatakan bahwa hal ini tak terlepas dari ucapan Presiden AS yang lalu, Donald Trump, yang mengidentifikasi COVID-19 dengan China dengan salah satu istilah “Kung Flu”.

“Pemerintahan sebelumnya dan retorikanya telah digunakan. Anda bahkan bisa mendengar rekaman suara, sorak gembira, tawa, ketika disebutkan ‘Kung Flu Virus’ dan semua orang bersorak. Saya kira ada banyak hukuman kebencian rasial yang kita kita lihat dan rasakan sekarang,” ucap Lin.

“Banyak warga Asia Amerika yang melihat ke kiri dan kanannya ketika keluar rumah, ketika mereka pergi ke toko kelontong. Dan kami mulai perlahan melihat banyak dan semakin banyak laporan tentang apa yang terhadi, tetapi ini adalah sesuatu yang memukul (penembakan di Atlanta) secara berbeda.”

Lin lahir di Torrance, California, 23 Agustus 1988 dan telah bermain di delapan klub berbeda di NBA di mana saat ini ia bermain untuk Santa Cruz Warriors di G League. Pemain dengan posisi point guard ini di antaranya pernah tampil untuk Golden State Warriors, Houston Rockets, Los Angeles Lakers, dan Toronto Raptors.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu