News

Pasca Insiden Tembok MTsN 19 Roboh, Kemendikbudristek Diminta Evaluasi Semua Sarpras Pendidikan

Pasca Insiden Tembok MTsN 19 Roboh, Kemendikbudristek Diminta Evaluasi Semua Sarpras Pendidikan
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih (Istimewa)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih turut prihatin dengan insiden robohnya sebuah tembok pembatas bangunan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan dikarenakan luapan air usai hujan deras pada Kamis (6/10/2022) siang.

Upaya mencegah kejadian serupa tidak terulang, Fikri mendorong Kemendikbudristek untuk mengatasi masalah kondisi sarana dan prasarana (sarpras) pendidikan di Indonesia, khususnya MTs di bawah binaan Kementerian Agama (Kemenag).

“Masih 42 hingga 57 persen sekolah kita kondisinya rusak berat hingga sedang/ringan," kata Fikri kepada wartawan, Jakarta, Jumat (7/10/2022).

baca juga:

Sementara rinciannya pada tahun ajaran 2020/2021 ada 57,13 persen SD rusak sedang/ringan, dan 0,01persen SD rusak berat. Kemudian, laniut Fikri, ada 50,56 persen SMP rusak ringan dan 0,01 persen SMP rusak berat.

"Sedangkan jumlah SMA dan SMK yang rusak sedang/ringan masing-masing masih berjumlah 42,87 persen dan 42,96 persen," terangnya.

Fikri pun berpendapat, sebagai bentuk mitigasi, setiap sekolah perlu mengevaluasi kondisi sarana prasarana fisiknya secara menyeluruh, baik kondisi ruang kelas maupun infrastruktur pendukung seperti pagar keliling, kamar toilet, dan sebagainya.

Terlebih di wilayah rawan bencana, kondisi sarpras sekolah seharusnya lebih prima karena berpotensi lebih sering mengalami kerusakan.

"Bisa jadi bangunan tersebut strukturnya tidak kuat, karena begitu kena limpahan air saja bisa roboh," jelasnya.

Selain itu terkait mitigasi bencana, Fikri juga menyoroti kesiapsiagaan warga sekolah agar lebih siap ketika bencana mengancam.

“Dari rekaman video kami juga lihat para siswa bermain di tengah banjir yang cukup deras, padahal ada ancaman lain, seperti hanyut tenggelam, atau korsleting listrik. Seharusnya para guru dan kepala sekolah sigap mengarahkan para murid dan warga sekolah untuk segera evakuasi,” pungkasnya. []