News

Pasca Hilang Kontak dengan KRI Nanggala-402, Pemerintah Diminta Segera Lakukan Modernisasi Alutsista

TNI perlu menghentikan sementara pengoperasian kapal selam sejenis yakni KRI Cakra 401


Pasca Hilang Kontak dengan KRI Nanggala-402, Pemerintah Diminta Segera Lakukan Modernisasi Alutsista
Anggota Komisi I DPR RI Farah Puteri Nahlia (DPR RI)

AKURAT.CO, Anggota Komisi I DPR RI, Farah Puteri Nahlia meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) segera mengevaluasi seluruh alat utama sistem senjata (alutsista) tua yang masih digunakan, pasca kejadian kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di perairan Bali Utara.

Farah menilai untuk menghindari musibah serupa, TNI perlu menghentikan sementara pengoperasian kapal selam sejenis yakni KRI Cakra 401, hingga ada kepastian dan kesiapan yang sempurna dari kapal selam tersebut.

“Jangan sampai karena keterbatasan alutsista, penggunaan alutsista yang diduga telah obsolete menghambat tugas-tugas prajurit TNI dan bahkan membahayakan nyawa prajurit," kata Farah sebagaimana yang dikutip AKURAT.CO dari keterangan tertulis, Jumat (23/4/2021).

Politisi PAN itu mengungkapkan, jika kapal buatan tahun 1980-an memang sudah seharusnya diganti dengan yang lebih baru.

Karena itu Farah mendorong pemerintah untuk memprioritaskan agenda modernisasi alutsista dan mengevaluasi seluruh kegiatan dan penganggaran yang tidak berkaitan dengan tugas utama TNI.

"Penguatan modernisasi Alutsista TNI merupakan kebutuhan yang mendesak mengingat kondisi alutsista yang masih terbatas. Terpenting yang harus digarisbawahi dan kita semua harus ingat, alutsista renta harus diremajakan, jangan sampai mengorbankan para prajurit,” terangnya.  

Selain itu, ia turut menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan memanjatkan doa agar seluruh prajurit TNI yang bertugas di dalam KRI Nanggala 402 segera ditemukan dalam keadaan sehat tanpa kurang satupun.

"Pemerintah memerintahkan seluruh stakeholder terkait untuk bersama-sama TNI mencari keberadaan KRI Nanggala-402," pungkasnya.

Diketahui, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana Yudo Margono menyebut kondisi kapal selam KRI Nanggala-402 sangat baik sebelum dinyatakan hilang ketika latihan penembakan senjata strategis TNI AL di perairan Bali pada Rabu (21/4/2021).

Hal itu disampaikan Yudo untuk merespons pertanyaan soal kelaikan kapal selam buatan Jerman itu. Dia bilang kapal itu sudah mendapat surat kelaikan dari Dislaikad Matra TNI AL.

"(KRI Nanggala-402) Sudah mendapat surat kelayakan," kata Yudo dalam konferensi, Kamis (22/4/2021).[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu