News

Pasar-pasar di Bandung Sediakan Tempat Cuci Tangan dan Semprotan Disinfektan


Pasar-pasar di Bandung Sediakan Tempat Cuci Tangan dan Semprotan Disinfektan
Petugas keamanan mencuci tangan di lingkungan Stasiun LRT Rawamangun, Jakarta, Senin (23/3/2020). Fasilitas cuci tangan yang disediakan salah satu perusahaan penyedia air bersih itu untuk membantu pencegahan penyebaran Virus Corona (COVID-19). Selain di Stasiun LRT Rawamangun, mereka juga menempatkannya di beberapa titik, seperti Stasiun MRT dan halte Transjakarta. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Sebanyak 37 pasar tradisional di Kota Bandung disemprot cairan disinfektan dan dilengkapi dengan tempat pencuci tangan. Selain agar pengunjung aman dan nyaman, hal ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran COVID-19. 

Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Bermartabat Herry Hermawan menuturkan, penyemprotan disinfektan bisa meminimalisir penyebaran virus corona. Hal ini agar para pedagang dan pembeli nyaman berada di pasar tradisional.

“Demi menjaga kebersihan, PD Pasar Bermartabat juga menyediakan tempat cuci tangan di setiap pasar. Selain itu, di beberapa titik pasar juga disediakan hand sanitizer,” kata Herry, Rabu (25/3/2020). 

Selain pemasangan tenda disinfektan di sejumlah pasar untuk sementara, sebagai tahap pertama akan dipasang tempat pencuci tangan di 20 pasar tradisional. Selain fasilitas yang disediakan mandiri oleh PD Pasar Bermartabat ini, tempat cuci tangan di pasar juga mendapatkan bantuan dari Dinas Kesehatan Kota Bandung sebanyak 12 buah dan 9 buah bantuan dari Pertamina yang saat ini masih dalam proses.

“Mohon manfaatkan seoptimal mungkin. Kami juga mengimbau kepada setiap pedagang bisa menjaga kebersihan dengan cara mencuci tangan dan juga menutup saluran pernafasan menggunakan masker,” ucapnya.

Herry pun mendorong kepada para pedagang untuk lebih peka memerhatikan kondisi tubuhnya. Apabila kurang sehat, dia meminta agar para pedagang tidak memaksakan berjualan untuk sementara waktu.

“Kemudian kami juga mengimbau kepada pedagang yang sudah batuk-batuk, sesak nafas, atau demam tinggi, sebaiknya tidak datang ke pasar untuk berdagang. Sebaiknya tetap beristirahat di rumah dan juga menjaga kesehatan untuk keluarga,” kata Herry.

Pada kesempatan itu, Herry juga menyerukan kepada para pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga di pasaran, terlebih di tengah situasi pendemi virus korona. Dia berharap, persoalan masyarakat tidak bertambah dengan gejolak harga kebutuhan di pasar.

“Para pedagang juga ikut membatasi pembelian terhadap sejumlah komoditi yang disinyalir terjadi penimbunan. Pedagang dan kepala pasar harus terus berkomunikasi melaporkan setiap perkembangan,” pungkasnya.[]