News

Pasangan Pasien COVID-19 Asal Texas Mengembuskan Napas Terakhir Sambil Bergandengan Tangan


Pasangan Pasien COVID-19 Asal Texas Mengembuskan Napas Terakhir Sambil Bergandengan Tangan
Betty dan Curtis Tarpley (TIM TARPLEY)

AKURAT.CO, Pasangan manula asal Texas yang terjangkit COVID-19 mengembuskan napas terakhir sambil bergandengan tangan. Betty dan Curtis Tarpley, yang sudah menikah selama 53 tahun, meninggal dunia dengan selang waktu 1 jam.

Putra pasangan tersebut, Tim, mengatakan ia tidak mengerti bagaimana kedua orang tuanya bisa terjangkit COVID-19 mengingat mereka selalu memakai masker dan melaksanakan protokol kesehatan.

Dikatakan bahwa orang yang pertama kali terjangkit adalah Betty, di mana ia dilarikan ke Rumah Sakit Harris Methodist Texas. Selang tiga hari kemudian, Curtis turut sakit dan dilarikan ke rumah sakit yang sama dengan Betty. Tim mengaku awalnya ia ragu membawa ayahnya untuk periksa ke rumah sakit selama pandemi.

"Saya menjelaskan kepadanya bahwa tidak akan ada orang yang mendampinginya. Orang-orang ini (tenaga kesehatan) sedang stres, dan satu-satunya tujuan mereka adalah membuatmu bertahan hidup. Jadi kamu mungkin berada di kamarmu selama berjam-jam tanpa ada yang memeriksamu." kata Tim mengulang perkataan kepada ayahnya, dilansir dari laman CBS, Jumat (3/7).

Di rumah sakit, Curtis turut dinyatakan tertular COVID-19. Karena adanya aturan pembatasan, pihak keluarga tidak bisa mendampingi Betty dan Curtis selama dirawat.

"Salah satu hal yang paling menyedihkan di dunia adalah ketika anda menurunkan orang tua anda ke trotoar dan mereka masuk sendiri melalui pintu dan hanya itu," kata Tim menuturkan saat ia mengantar ayahnya.

Mulanya, Betty dan Curtis tidak dirawat di satu ruangan yang sama. Setelah seminggu dirawat, Betty mengaku merasa bahwa ajalnya sudah dekat. Pihak rumah sakit pun mengizinkan keluarga untuk mendampingi Betty dengan APD lengkap. Tim mengatakan ibunya tidak mengingat keluarga lain selain suaminya.

"Ketika kami bisa masuk ke sana dan melihatnya, dia tidak ingat melihat kami sama sekali. Dia tidak ada di sana. Tapi kemudian pihak rumah sakit mengizinkan ayah saya untuk menjenguknya juga. Dia datang dengan kursi rodanya, dan dia harus membawa seluruh tenaga kesehatan yang mengawasinya." kata Tim.

Pada tanggal 18 Juni, keduanya berbaring di tempat tidur yang terpisah di sebelah satu sama lain, berpegangan tangan.

"Ibu saya pukul 11:05 pagi dan ayah saya meninggal pukul 11:53 pagi. Itu terlihat seperti akhir kehidupan yang indah." kata Tim.

"Kita semua memiliki orang tua. Kami selalu berpikir akan ada besok dan semuanya akan baik-baik saja, tapi itu tidak terjadi. Kami benar-benar tidak tahu." tambah Tim.

Tim mengingat bahwa momen itu tidak mungkin tercipta tanpa bantuan seorang staf rumah sakit, namun staf tersebut tak terlihat setelah mempertemukan pasangan suami istri itu dan keluarganya.

"Kami tidak pernah melihatnya lagi. Namanya Blake, dan hanya itu yang kami ketahui. Dia yang mengatur semua ini." tuturnya.

Betty dan Curtis Tarpley memiliki dua anak, lima cucu dan empat cicit. Tim mengatakan dia berharap kisah keluarganya mengingatkan orang lain untuk berterima kasih kepada orang yang mereka cintai.

"Itu membuat anda sedikit menangis, tetapi itu adalah hal yang sangat baik karena mereka berdua pergi pada saat yang sama. Tidak ada yang berduka atas yang lain. Mereka berdua siap untuk pergi." katanya.[]