Olahraga

Pasang Surut Karier The Daddies Sebelum Amankan Tempat di Semifinal

Peluang Indonesia meraih medali di nomor ganda putra ada di pundak Ahsan/Hendra setelah Marcus/Kevin tersingkir di babak perempat final.


Pasang Surut Karier The Daddies Sebelum Amankan Tempat di Semifinal
Ganda putra andalan Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan ketika beraksi di Olimpiade Tokyo 2020. ()

AKURAT.CO, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menjadi satu-satunya harapan Indonesia untuk bisa meraih medali nomor ganda putra cabang Olimpiade Tokyo 2020, setelah ganda terbaik dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo tersingkir di perempat final.

Ganda berjuluk The Daddies itu memang sudah tidak muda lagi, namun penampilan mereka pada Olimpiade ini tidak terlihat mengendur. Ahsan saat ini berusia 33 tahun dan Hendra sudah menginjak usia 36 tahun.

Setelah ganda putra terbaik Indonesia, Marcus/Kevin tersingkir, satu-satunya harapan meraih medali pada nomor ganda putra Olimpiade Tokyo 2020 kembali di pikul Ahsan/Hendra.

Menilik perjalanan ganda tertua di Olimpiade kali ini, Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan sendiri pertama kali dipasangkan pada tahun 2012.

Keduanya dipasangkan setelah Ahsan berpisah dengan Bona Septano dan Hendra berpisah dengan Markis Kido. Baik Ahsan dan Hendra bukan nama baru di ajang Olimpiade.

Hendra bahkan sudah pernah merasakan medali emas Olimpiade saat berpasangan dengan Kido. Mereka meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 dengan mengalahkan Cai Yun/Fu Haifeng di partai puncak.

Sedangkan capaian terbaik Ahsan adalah sebagai perempat finalis Olimpiade London 2012. Saat itu, langkah Ahsan yang berpasangan dengan Bona harus terhenti di tangan wakil Korea Selatan, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae.

Walau sempat diragukan, Ahsan/Hendra yang baru berpasangan selama tiga bulan mampu membuktikannya dengan berhasil meraih gelar pertama dengan menjuarai Malaysia Terbuka 2013.

Saat itu, Ahsan/Hendra mampu menundukkan ganda putra terbaik Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Lee Yong Dae dalam laga final yang berlangsung pada 20 Januari 2013.

Torehan apik The Daddies tidak berhenti sampai di situ, di penghujung 2013, Ahsan/Hendra berhasil menutup tahun dengan menjuarai BWF World Superseries Finals.

Setelah itu gelar demi gelar mampu disumbangkan Ahsan/Hendra dari pentas dunia. Hasil itu juga yang membuat The Daddies sangat difavoritkan meraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Sayang, pada Olimpiade yang berlangsung di Brasil tersebut, Ahsan/Hendra harus tersingkir di babak grup. Dari tiga laga yang dijalani, The Daddies hanya mampu meraih satu kemenangan atas wakil India, Manu Attri/B Sumeeth Reddy.

Sedangkan dua laga lainnya berakhir dengan kekalahan, saat menghadapi wakil Jepang Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa dan wakil China Chai Biao/Hong Wei.

Rentetan hasil negatif yang diraih Ahsan/Hendra membuat pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi mengambil keputusan untuk memisahkan keduanya.

Setelah dipisahkan, kedua pemain ini kembali dipasangkan pada akhir 2017. Butuh sekitar satu tahun bagi Ahsan/Hendra untuk mengembalikan chemistry.

Benar saja, demi membuktikan ketajaman mereka, di tahun 2019 The Daddies mampu menembus 11 partai final dengan meraih empat gelar juara di ajang Selandia Terbuka, All England, Kejuaraan Dunia dan juga BWF World Tour Finals.

Pada Olimpiade kali ini, harapan meraih medali pada nomor ganda putra kembali ada di pundak mereka. Pasalnya, ganda terbaik nomor satu dunia, Marcus/Kevin sudah lebih dulu tersingkir di babak perempat final atas wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan skor akhir 14-21, 17-21.

Sedangkan Ahsan/Hendra di babak semifinal Olimpiade Tokyo 2020 akan menghadapi wakil Chinese Taipei, Lee Yang/Wang Chi-lin yang lolos usai menghentikan perlawanan wakil tuan rumah, Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.

Ini juga merupakan ajang balas dendam bagi wakil Indonesia atas wakil Chinese Taipei tersebut. Pasalnya, di babak penyisihan Marcus/Kevin juga harus menyerah atas ganda peringkat tiga dunia tersebut.