News

Pasang 10 Patok, Keluarga Asmawijaya Minta Hak Atas Tanah Waris


Pasang 10 Patok, Keluarga Asmawijaya Minta Hak Atas Tanah Waris
Sejumlah orang yang mengaku dari keluarga almarhum Asmawijaya Wangon menggeruduk Desa Bantar, Jatilawang pada Sabtu (18/7/2020) siang. (Istimewa)

AKURAT.CO, Sejumlah orang yang mengaku dari keluarga almarhum Asmawijaya Wangon menggeruduk Desa Bantar, Jatilawang pada Sabtu (18/7/2020) siang. Mereka memasang patok di atas tanah yang diklaim sebagai ahli waris untuk menguasai dan mengelola tanah warisan.

Patok yang dipasang bertuliskan 'Tanah ini dalam penguasaan LKBH RJB Banyumas, tanah ini milik ahli waris keluarga almarhum Nuyadirwan, Jayakasih, Sanmarta, Nisah, Rawen, Rikem, Wartem, dan Almarhum Ramen yang merupakan Kakak dan Adik kandung Almarhum Asmawijaya'. 

Kuasa hukum keluarga almarhum Asmawijaya, Silvia D. Soembarto menuturkan ada 10 papan yang dipasang, diantaranya di Desa Bantar, Jatilawang, Klapagading Kulon, Wangon dan beberapa tempat lainnya.

"Kakak dan adik almarhum Asmawijaya dapat membuktikan bahwa mereka adalah ahli waris yang sah dengan menunjukkan beberapa bukti surat-surat yang menguatkan bahwa mereka (orang yang tertera dalam papan) adalah keluarga kandung almarhum Asmawijaya dan merupakan ahli waris yang berhak atas objek tanah dan dikuatkan dengan surat wasiat atas beberapa objek tanah tersebut," kata Silvia kepada wartawan.

Silvia mengatakan, sengketa tanah warisan keluarga itu berpolemik karena pasangan Asmawijaya dan Ni Racik tidak mempunyai keturunan. Namun, mereka memiliki anak angkat yang dalam hukum perdata dan agama tidak berhak mendapat warisan.

"Semasa Asmawijaya dan Ni Racik hidup, tidak mempunyai anak keturunan satu orangpun yang sedarah hingga akhirnya mengangkat anak dari keturunan Ni Racik yaitu SN dan KM yang jelas nasabnya sesuai hukum Islam hanya kepada bapak dan ibu kandungnya," tuturnya.

Lebih jauh, Silvia menjelaskan, polemik itu bermula pada 28 November 2019, di mana MHY, adik almarhum Asmawijaya diminta untuk membagikan warisan sebagaimana tertera dalam surat pelimpahan pembagian waris dari ahli waris pihak perempuan (Ni Racik) atas nama Warsidi Wage. Namun, hingga kini diketahui MHY tidak mengembalikan warisan sesuai surat pelimpahan pembagian waris tersebut kepada ahli Waris Keluarga kakak dan adik almarhum Asmawijaya.

"Kami meminta kepada saudara MHY untuk mengembalikan hak hak waris klien kami sesuai surat pembagian waris tersebut, dan kami masih memandang saudara MHY dapat melakukan itikad baik untuk mengembalikan, maka dalam jangka waktu 1x24 jam, kami berharap hak klien kami sudah diberikan sesuai (surat dan wasiat)," tegasnya.

Silvia menilai bahwa MHY, SN dan KM telah melawan hukum karena mengelola dan menguasai objek sengketa tanpa izin ahli waris yang sah.

"Sebagai ketetapan saudara kandung sebagai ahli waris mereka adalah ahli waris yang sah dengan menyerahkan Surat Pernyataan Ahli Waris yang diketahui oleh Lurah dan Camat yang telah dicocokan dengan aslinya, bukti surat kematian atas nama Asmawijaya dan Anggota keluarga lain yang telah meninggal dan mereka juga merupakan ahli waris," pungkasnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co