News

Partai Demokrat Ngaku Sempat Ingin Buka Rekonsiliasi Sebelum Pecat 7 Kader

Herzaky Mahendra Putra menyebut bahwa pihaknya sempat membuka ruang untuk rekonsiliasi dengan tujuh kader yang diduga terlibat GPK.


Partai Demokrat Ngaku Sempat Ingin Buka Rekonsiliasi Sebelum Pecat 7 Kader
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra dalam acara diskusi akhir pekan dengan tema Kemelut Partai Demokrat Berlanjut, secara vitrual, Sabtu (27/2/2021).

AKURAT.CO, Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra menyebut bahwa pihaknya sempat membuka ruang untuk rekonsiliasi dengan tujuh kader yang diduga terlibat Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan (GPK). 

Namun menurutnya yang jadi masalah, tujuh orang tersebut terus menyebarkan fitnah ke kader Partai Demokrat lainya. 

"Terjadi pertemuan itu ada. Jadi bukan tidak ada usaha rekonsiliasi ya, kami tuh sempat membuka ruang, tetapi yang menjadi masalah besar adalah bahwa mereka ini terus menyebar fitnah. Mereka terus menghasut, mereka itu terus menyebarkan kabar bohong," ungkap Herzaky dalam acara diskusi akhir pekan dengan tema Kemelut Partai Demokrat Berlanjut, secara vitrual, Sabtu (27/2/2021). 

Lebih lanjut dia membeberkan kabar kebohongan tersebut di antaranya mengenai kegagalan di Pilkada 2020. Padahal, kata Herzaky, Partai Demokrat 48 persen mendapat kemenangan terbesar selama 5 tahun. 

"Yang kedua mereka bilang elektabilitas Demokrat sangat jelek, padahal justru dalam kepemimpinan AHY sejak Oktober sampai Januari sampai Februari ini survei selalu naik jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sebelum sebelum 3-4 tahun terakhir itu," urainya. 

"Ini menjadi pertanyaan besar, katanya kalau elektabilitasnya yang jelek itu salah, Pilkada gagal salah. Berarti menyebarkan fitnah gitu," sambungnya. 

Kemudian Herzaky menambahkan, tujuh orang itu juga menyebarkan informasi jika SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat telah setuju diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB). 

"Makanya kemudian Pak SBY akhirnya muncul, karena apa?  Karena ingin mengklarifikasi itu. Pak SBY tidak akan mengadakan KLB. Buat apa katanya, karena menurut beliau ini tidak ada kejadian yang luar biasa dan demokrat baik-baik saja," ujarnya. 

Dia menjelaskan, ada beberapa persyaratan untuk mencapai KLB. Salah satunya, diusulkan oleh sekurang-kurangnya dua pertiga DPD dan setengah dari total DPC, serta disetujui oleh ketua MTP. 

"Sehingga kalau bicara secara konstitusional tidak mungkin berarti. Tetapi kok mereka yang pecat ini bolak balik bicara dimedia kalo KLB konstitusional itu harus bawa. Kami bingung," punglasnya. 

berikut tujuh kader-kader yang dipecat karena diduga terlibat Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan (GPK) PD secara inkonstitusional, Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, Ahmad Yahya, dan Marzuki Alie.[]

baca juga:

Oktaviani

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first