News

Partai Demokrat dan PDIP Memanas Usai Unggahan Wakil Menteri Desa

Tensi politik Partai Demokrat dan PDIP memanas setelah Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi mengunggah karikatur bertuliskan Demokrat.


Partai Demokrat dan PDIP Memanas Usai Unggahan Wakil Menteri Desa
Unggahan Wakil Menteri Desa PDTT Budi Arie Setiadi. Foto: Tangkapan layar Facebook Budi Arie Setiadi ()

AKURAT.CO, Tensi politik Partai Demokrat dan PDIP memanas setelah Wakil Menteri Desa Budi Arie Setiadi mengunggah karikatur bertuliskan Demokrat.

Dalam gambar karikatur yang diposting pada Sabtu, 24 Juli 2021, di Facebook Budi Arie Setiadi itu secara gamblang menyebut #BONGKARBIANGRUSUH dengan nama DEMOKRAT di bawahnya.

“Pakai tangan adik-adik mahasiwa lagi untuk kepentingan syahwat kuasanya,” tertulis di atas dengan font kapital dalam karikatur yang diunggah Wamendes Budi Arie Setiadi itu.

baca juga:

Unggahan ini seiringan dengan poster seruan aksi Jokowi End Game yang beredar di media sosial. Seruan aksi itu menentang perpanjangan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM.

Partai Demokrat meradang, menganggap itu tudingan dan fitnah yang dengan jelas dialamatkan kepada partai berlambang bintang mercy tersebut. “Jelas (itu menuding) kami. Tulisannya kan jelas itu D-E-M-O-K-R-A-T,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra dalam acara dialog Kabar Petang tvOne di stasiun televisi swasta nasional, Selasa (27/7/2021).

Demokrat berencana akan membawa masalah ini ke ranah yang berwajib. Demokrat menyayangkan pola-pola seperti ini terus menyerang partai pimpinan Agus Harimukti Yudhoyono tersebut.

“Ini kita rangkum semua dan akan kita bahas di internal apakah ada langkah-langkah lanjutan yang akan kita lakukan. Ini kan sangat disayangkan, padahal kayaknya tuh mau heboh banget ini ada demo (seruan aksi Jokowi End Game), tapi ternyata dalangnya dilakukan oleh tujuh orang yang iseng. Udah seheboh itu, udah semasif itu fitnahnya kepada Partai Demokrat,” ujar Herzaky.

Herzaky mengecam pola-pola pendengungan atau penggunaan buzzer yang menimbulkan kekacauan baru di masyarakat. “Yang membuat heboh ini kan hanya kelompok kecil yang selama ini justru mendukung pemerintah. Itu kan ada pendengung-pendengung itu. Nah, itu yang menjadi pertanyaan besar kami sebenarnya,” ujarnya.

“Karena pendengung-pendengung itu, bahkan yang selevel wakil menteri ini yang kemudian memfitnah kami, menulis kami sebagai biang demo, biang rusuhlah. Kapan kami rusuhnya? Kapan kami mengajukan demonya? Ini berbahaya sekali fitnah-fitnah ini dibiarkan,” tandasnya.