News

Partai Demokrat Berpotensi Timbulkan Kekisruhan Politik ke Depan

Emrus menyarankan agar SBY mengambil peran sebagi penengah dan membawa suara perdamaian poltik.


Partai Demokrat Berpotensi Timbulkan Kekisruhan Politik ke Depan
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan dalam rapat tertutup terkait revisi UU Ormas di DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Senin (30/10). Dewan Pengurus Pusat Partai Demokrat bersama anggota Fraksi Demokrat di DPR membahas mengenai Undang-undang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang telah disahkan oleh DPR beberapa waktu lalu, Partai Demokrat bersikap menerima UU Ormas tersebut tetapi dengan beberapa catatan atau revisi (AKURAT.CO/AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ilmuan Komunikasi (Komunikolog) Indonesia Emrus Sihombing menilai Partai Demokrat berada di tengah ketidakpastian dan berpotensi menimbulkan kekisruhan politik ke depan setelah terjadi kongres luar biasa (KLB) di Deli Serdang kemarin.

"Bahkan perang pesan komunikasi politik yang saling membuka kelemahan masa lalu di antara mereka bisa jadi tak terelakkan," ungkap Emrus dalam keterangan tertulis, Sabtu (6/3/2021). 

Emrus menyarankan agar Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil peran penengah membawa suara perdamain politik dengan bertukar kepentingan melalui kompromi politik.

Sebab, kata Emrus, dua kekuatan ini ke depan, secara politik akan sama-sama melakukan konsolidasi ke dalam merebut dukungan dari kader dan pengurus Partai Demokrat. 

"AHY akan sangat mudah mendapat dukungan luar biasa dari kader dan pengurus jika satu tahun masa kepemimpinannya demokratis, mendapat simpati, merasa nyaman, merangkul dan dialogis," paparnya. 

"Sebaliknya, misalnya ada pemecatan sehingga kader dan pengurus lain tidak merasa nyaman, maka faksi AHY akan mengalami kesulitan bahkan akan memeras keringat dan sumberdaya lainnya untuk memperoleh dukungan," sambungnya. 

Menurutnya, seluruh gaya kepemimpinan AHY selama ini sudah tertanam dalam peta kognisi dan rasa pada setiap kader dan jajaran pengurus Demokrat yang menentukan tingkat loyalitas. 

"Dengan kata lain, tingkat loyalitas mereka sekaligus nilai raport AHY masa kepemimpinannya," ujarnya. 

Emrus menambahkan, SBY perlu memetakan kekuatan politik, dengan melakukan safari politik dengan membawa tawaran ide dan gagasan politik yang akomodatif untuk menuju terwujudnya saling pengertian politik di antara elit politik. 

"SBY sebagai politikus yang sudah menjabat dua periode memimpin negeri ini, menurut hemat saya, ia mengetahui tokoh-tokoh sentral di republik ini yang akan ditemui untuk menemukan solusi," pungkasnya.[]

baca juga:

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu