News

Partai Berkarya Daftar Pemilu, Target Lampaui PT Meski Diterpa Isu Konflik Internal

Partai Berkarya dapat melewati tahapan berikutnya sehingga bisa jadi peserta Pemilu 2024

Partai Berkarya Daftar Pemilu, Target Lampaui PT Meski Diterpa Isu Konflik Internal
Partai Berkarya mendaftaran calon peserta Pemilu di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (12/8/2022). (AKURAT.CO/Oktaviani )

AKURAT.CO, Partai Beringin Karya (Berkarya) target melampaui persyaratan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

"Ya targetnya kalau 2019 kemarin saya 2,91 persen sehingga kita tidak bisa masuk parlemen, tahun depan insya Allah kita tergetkan 5 persen sehingga kita bisa menduduki 30 kursi di DPR RI," ujar Ketua Umum Partai Berkarya, Muchdi Purwoprandjono usai mendaftarkan partainya calon peserta Pemilu 2024 di KPU RI, Jumat (12/8/2022).

Partai yang awalnya dipimpin Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, putra Presiden ke-2 RI H.M. Soeharto itu tiba di kantor KPU pada pukul 09.10 WIB. Sejumlah kader yang ikut mendampingi Muchdi kompak mengenakan jaket berwarna putih dengan aksen oranye lengkap dengan logo partai. Ada pula kader yang mengenakan baju adat Papua.

baca juga:

Kata Muchdi, penggunaan baju adat Papua tidak lepas dari pencapaian Partai Berkarya di Pemilu 2019.

"Pada Pemilu 2019 yang lalu perolehan paling besar dari Provinsi Papua, paling besar dari Papua. Di Papua kemarin kita mendapatkan tiga kursi DPRD dari 55 kursi kemudian 22 DPRD tingkat II," bebernya.

Muchdi berharap, Partai Berkarya dapat melewati tahapan berikutnya sehingga bisa jadi peserta Pemilu 2024 sebagaimana tahun 2019.

"Terima kasih atas doa seluruh kader berkarya dan rakyat indonesia kita jadi peserta pesta demokrasi 2024 mendatang," tutupnya.

Sebelumnya, Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang menyebut adanya kekisruhan dalam pelaksanaan Munaslub pada Mei 2022. Munaslub tidak menemukan titik tengah dan berakhir kisruh karena adanya penggiringan perubahan AD/ART ke arah manajemen otoriterisme/feodalisme.[]