Entertainment

Part 2: Kontroversi Selebritis Tanah Air Sepanjang 2019


Part 2: Kontroversi Selebritis Tanah Air Sepanjang 2019
Livi Zheng (Instagram/livizheng)

AKURAT.CO, Selebriti tak pernah jauh dari kontroversi. Ya, penghujung 2019 dunia hiburan Tanah Air ditutup dengan kontroversi berupa aksi pamer saldo ATM, pernyataan kontroversial Agnez Mo hingga video syur mirip Gisella Anastasia dan Nagita Slavina.

Tak hanya itu, dunia perfiliman Tanah Air juga sempat ribut soal klaim kesuksesan Livi Zheng. 

Berikut AKURAT.CO rangkum kontroversi selebriti Indonesia di penghujung 2019;

Klaim kesuksesan Livi Zheng

Part 2: Kontroversi Selebritis Tanah Air Sepanjang 2019 - Foto 1
Sambangi Dewan Pers, Tiga Media Ini Yang Dilaporka. AKURAT.CO/Herwanto

Nama Livia Notohardjo alias Livi Zheng sempat ramai diperbincangkan oleh masyarakat Indoensia lantaran sederet klaim kesuksesannya menembus kancah perfilman Internasional.

Bersamaan dengan penayangan film terbarunya, Bali: Beats of Paradise di Indonesia, Livi menyebutkan film karyanya ini berhasil lolos seleksi nominasi Piala Oscar.

Film ini bersaing dengan sejumlah film Hollywood lainnya yang berskala besar di antaranya 'Avengers: Infinity War' juga drama 'Beautiful Boy' yang dibintangi Steve Carrell dan Timothee Chalamet.

Bali Beats of Paradise bercerita tentang seniman Bali, I Nyoman Wenten, yang memperkenalkan gamelan di Los Angeles.

Film ini sendiri ditayangkan perdana di Samuel Goldwyn Theatre yang terletak di markas besar Academy of Motion Picture Arts and Sciences, di Beverly Hills, California. Selain di Amerika, termasuk negara bagian California dan New York, film ini juga ditayangkan di Korea Selatan dan Indonesia.

"Saya senang film Bali: Beats of Paradise masuk seleksi nominasi Piala Oscar karena film ini bertema gamelan,” kata Livi Zheng pada 28 Oktober 2019.

"Bisa dibilang, saya sangat bersyukur film 'Bali: Beats of Paradise' bertanding bersama film 'Avengers: Infinity War' dalam ajang Piala Oscar kategori Best Picture. Ini adalah sebuah kebanggan bagi saya dan tim 'Bali: Beats of Paradise," ucap Livi dalam kesempatan lainnya.

Klaim keberhasilan ini tentu membuat masyarakat Indonesia bangga. Sayangnya, film Livi ini diketahui masih hanya lolos tahap administratif nominasi Oscar. 

Usut punya usut, hal itu bisa dipenuhi oleh hampir semua film, asalkan memenuhi persyaratan administratif yang sudah ditentukan pihak Oscar. Artinya, untuk bisa masuk tahap ini pihak Oscar tidak memperhatikan kulaitas filmnya.

Tak hanya itu saja, dalam promo Bali: Beats of Paradise Livi Zheng mengutip ulasan dari Los Angeles Times yang menyebut film dokumenter itu: "It’s entertaining."

Padahal secara umum, ulasan yang diberikan lebih banak berisis kritikan dibanding pujian.

"Film ini menghibur, tapi tidak terlalu, terutama karena banyak dipenuhi dengan video-video yang ditayangkan setelah film ini usai (red: setelah credit title berakhir)," demikian Los Angeles Times menilai film Livi Zheng.

Tak hanya film Bali: Beats of Paradise, film Brush with Danger dikabarkan juga masuk seleksi nominasi Oscar 2014. Padahal, film itu sendiri baru rilis pada 19 September 2014. Sementara film-film yang dinominasikan pada Oscar 2014 adalah film-film yang rilis pada 2013.

Tak berhenti sampai disitu saja, dalam vlog Deddy Corbuzier Livi menyebutkan kalau film feature itu tergantung pada durasinya. Jadi, film feature itu bisa dokumenter, drama, hingga action.

"Jadi kemarin ada satu panelis ngomong, 'Film kamu bukan feature film'. Saya bilang, film saya feature film, dia ngotot. Kata Oscar, di website Oscar, bisa dicek sendiri, Feature film itu film yang durasinya di atas 40 menit. Jadi feature film itu based on duration, bukan genre, jadi bisa documentary, bisa drama, bisa action. Nah, cuma panelisnya ini nggak ngerti gitu loh dan dia ngotot," kata Livi.

Dalam kesempatan bersama Deddy Corbuzier, Livi juga menegaskan jika filmya adalh film Hollywood karena diproduksi di Amerika.

"Film saya kan diproduksi di Amerika, dengan PH Amerika juga. Ya, jadi saya kaget aja, karena memang film saya film Hollywood," ungkap Livi.

Tak hanya Oscar, Livi juga mengklaim kalau film yang ia produseri, yakni The Legend of The East menyabet penghargaan Madrid International Film Festival di Madrid, Spanyol dan juga Boston International Film Festival, di Boston, Massachusetts untuk kategori film berbahasa asing pada 2014.

Madrid International Film Festival memungut biaya sekitar 60 hingga 75 dolar Amerika atau setara dengan 840 ribu hingga 1 juta rupiah untuk setiap film yang didaftarkan. Festival itu sendiri dikenal sebagaipseudo-festival atau festival bodong

Hal lain semua film Livi adalah hasil produksi Sun and Moon Fils yang berbasis di Amerika Serikat. Perlu diperhatikan, Sun and Moon Film didirikan oleh ibunya sendiri Lili The Hok Bing alias Lilik Juliati.

Ini tentu bertolak belakang dengan pernyataannya Livi Zheng soal kemandirian dan perjuangannya membangun karir di dunia film. Apalagi Livi pernah mengatakan jika dirinya sendiri yang mendirikan perusahaan itu.

“Aku sudah bekerja sejak tingkat 10 (setara kelas satu SMA). Sama sekali tidak dibantu keluarga untuk karierku di film,” jawab Livi dalam kuliah umum di salah satu kampus swasta di Jakarta.

"Skenario saya pernah 32 kali ditolak. Tapi dengan seluruh upaya yang saya miliki akhirnya cita-cita saya terpenuhi meski dengan penuh tantangan. Kalau saya bisa, kamu juga bisa," ucap Livi Zheng dalam kesempatan lainnya.

Kontroversi tidak berhenti di situ saja. Berbagai berita yang bermunculan mengenai dirinya, dianggap Livi tidak akurat. Dia pun mengadu kepada Dewan Pers.

"Saya sangat menghormati kemerdekaan pers. makanya itu saya melaporkan ke dewan pers terlebih dahulu. adi kami melaporkan tiga media yaitu geotimes, Tirto dan asumsi karena menurut kami mereka tidak mengikuti kode etik jurnalistik dan undang-undang dewan pers juga" kata Livi Zheng di Gedung Dewan Pers, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Menurut Livi, ada 12 artikel dari ketiga media tersebut yang telah memberitakan dirinya secara tidak benar.

"Jadi dalam artikel ini mereka menulis hal-hal yang tidak akurat dan itu mau membunuh karakter saya, seperti itu. makanya Akhirnya saya laporkan ke dewan pers," tukasnya.

Namun, akhirnya Livi Zheng dan tiga media online tersebut berdamai.

Video syur wanita mirip Gisella Anastasia dan Nagita Slavina

Part 2: Kontroversi Selebritis Tanah Air Sepanjang 2019 - Foto 2
Nagita Slavina. Akurat.co/Syaiful Bahri

Pada Oktober lalu, jagat maya digemparkan dengan video syur mirip Gisella Anastasia dan Nagita Slavina. Gisell sendiri menegaskan jika foto yang beredar di media sosial bukanlah dirinya.

Dalam potongan video yang viral tersebut terlihat wanita yang disebut-sebut mirip Gisell itu tengah terlentang di atas kasur dengan sprei berwarna putih. Mirisnya, foto Gisell langsung disandingkan dengan wajah mantan istri dari Gading Marten tersebut, tertera tulisan "Viral!!" dengan warna merah.

Viralnya video itu membuat nama Gisella menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #Gisel.

Sementara itu, Wijjin pun meyakini jika perempuan dalam video itu bukanlah kekasihnya. Oleh sebab itu, ia pun berusaha menenangkan dan selalu berada di dekat Gisell. PAsalnya, Wijin tahu bahwa fitnah ini berdampak pada psikologis Gisell.

Gisell sendiri memastikan jika fitah ini tak menganggu kondisi putrinya, Gempita. Ia bersyukur lingkungan sekolah Gempita begitu kondusif dan mendukung dirinya.

"Untuk Gempi, lingkungan sekolahnya sangat positif dan teman-teman sekolahnya juga, saya rasa mereka support. Mudah-mudahan enggak dibully," ujar Gisella.

Merasa nama baiknya dicemarkan, Gisell pun tak tinggal diam. Ya, kekasih Wijaya Saputra itu pun melaporkan hal ini ke Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Tindakan Gisella ini didukung mantan suaminya, Gading Marten.

"Ada yang berniat kurang baik ke aku, ini hal yang tidak mengenakan, bukan sekedar dibully biasa. Aku sedikit terganggu secara mental, walaupun itu bukan aku, disangkutpautkan seperti itu, dengan mencemarkan nama baik, berdampak banyak buat aku," tutur Gisella dalam konferensi pers di Senayan City, Rabu, 23 Oktober 2019.

Selain itu, ia juga ingin mencari orang pertama yang menyebarkan narasi video tersebut adalah dirinya. Gisella akan melapor ke Polda Metro Jaya pada Jumat, 25 Oktober 2019.

"Pasal yang kami tuduhan ada penyebaran video bermuatan asusila atau pencemaran nama baik, menyebarluaskan video bermuatan pornografi Pasal 27 ayat 1 junto 45 ayat 1 dan atau Pasal 27 ayat 3 junto 23 ayat 3 UU 19/2016 tentang ITE," kata Sandy Arifin selaku kuas ahukum Gisella.

Part 2: Kontroversi Selebritis Tanah Air Sepanjang 2019 - Foto 3
Gisell dan Wijin. INSTAGRAM.COM/jaysforeal

Gisel sempat mengatakan jika perempuan di tayangan memiliki sedikit kemiripan dengan dirinya. Namun, ia menegaskan jika perempuan tersebut bukanlah dirinya.

"Yang tahu badan aku ya cuma aku, bagian wajah memang sekilas mirip," ujar dia.

Tak lama setelah Gisella, giliran Nagita Slavina yang terkena fitnah serupa. Menanggapi hal ini, Nagita sendiri cukup santai mendengar . Ia mengaku hanya tertawa saat adik iparnya, Nisya Ahmad memberitahunya kabar tersebut.

"Aku ditelepon Nisya, 'Mbak Gigi enggak tahu yang lagi heboh? Itu lagi heboh ada berita video-video'. Aku ketawa-ketawa, Nisya juga kasih tahunya ketawa-ketawa," ujar Nagita Slavina dalam video yang diunggah akun YouTube RANS Entertainment.

Raffi Ahmad sendiri baru mengetahui adanya video syur tersebut setelah dikabari oleh rekannya. Ia pun langsung membantah kabar tersebut.Bahkan untuk membuktikan bahwa itu bukan istrinya, Raffi menyebutkan jika perempuan dalam foto tersebut, tidak memiliki tahi lalat di dekat bibir seperti istrinya.

"Ini contoh ya satu hal yang memang udah pasti hoaksnya nih ya. Ini dikirim sama teman aku. Nih ini Nagita itu ada tahi lalatnya dan ini tuh enggak ada tahi lalatnya dan Nagita juga lebih mancung," tutur Raffi Ahmad secara memperlihatkan tangkapan layar dari video tersebut.

"Terus habis itu di sini (di dekat bibir) enggak ada tahi lalatnya. Terus sama sekali enggak mirip," ucapnya.

Raffi menegaskan tidak akan tinggal diam jika istri, anak, dan orang-orang yang disayangnya diganggu.

"Kalau menyangkut saya mah saya sih orangnya enggak peduli, tetapi beda halnya kalau mengganggu istri dan anak saya. Perempuan itu, kan, harus dijaga, kalau laki-laki mah istilahnya lebih cuek," kata Raffi Ahmad.

"Kita tuh selalu positive thinking. Tapi aku takutnya ada orang yang ingin memanfaatkan ini dan ingin mengganggu liburan kita dan ingin menjatuhkan istri aku," imbuhnya.

"Aku berani saja melaporkan kalau ada yang berani mengganggu istri dan anak saya, saya tidak akan diam," tegas Raffi Ahmad.

Fenomena artis pamer saldo ATM

Part 2: Kontroversi Selebritis Tanah Air Sepanjang 2019 - Foto 4
Uya Kuya mewawancarai Barbie Kumalasari dan anaknya. YOUTUBE.com/Uya Kuya TV

Fenomena lain yang mengiasi 2019 adalah aksi pamer saldo ATM oleh sederet selebriti Tanah Air. Mereka berlomba-lomba membuat aksi ini menjadi konten video di YouTube. Hal ini nyatanya menimbulkan sejumlah polemik. Ada yang menilainya sebagai hiburan semata, tapi ada juga yang merasa jika hal tersebut tak patut dipamerkan.

Konten ini awalnya dibuat oleh Uya Kuya yang menunjukkan saldo ATM Barbie Kumalasari. Istri Galih Ginanjar itu memiliki saldo ATM dengan total lebih dari 3 miliar rupiah.

Tak lama kemudian, konten ini diikuti sederet rekan seleb lainnya, yaki Raffi Ahmad, Nikita Mirzani, Billy Syahputra dan Ria Ricis.

Raffi Ahmad diketahui emiliki saldo sebesar Rp170 juta, Ria Ricis punya saldo hampir Rp2 miliar, dan terakhir Nikita Mirzani dengan saldo sebesar Rp1,7 miliar. Isi saldo Billy Saputra cukup mengejutkan, totalnya mencapai Rp1,7 miliar.

Beberapa waktu lalu, Nikita Mirzani sempat buka-bukaan perihal konten bongkar saldo ATM yang dilakukan oleh Uya Kuya dan Barbie Kumalasari. Menurutnya, hal itu hanyalah kebohongan belaka.

"Kalau loe bisa lihat di YouTube sembilan bulan yang lalu itu gue duluan gara-gara ka Fitri minta duit, akhirnya ada rekening gue," kata Niki

"Habis itu Uya Kuya panggil si Barbie Kumalasari, ditransferlah uang Uya Kuya ke si Barbie. Jadi lah seolah-olah Barbie uangnya miliaran. Seperti itu. Gue jujur nih," ungkapnya.

Aksi pamer saldo ATM ini nyatanya membuat Tamara Bleszynski geram. Ia menyatakan jika aksi tersebut sangat memalukan dan malah menyinggung para pahlawan yang telah berkorban nyawa demi Indoensia.

"Indonesia begitu Indah, luas dan kekayaan kita sebagai bangsa tak ternilai. Cerita Indonesia kini yg kau sebarkan di tv dan sosial media, ttg Saldo ATM Recehmu amat sgt memalukan, terutama yg menyiarkan Saldo ATM org," kata Tamara. "Apakah kalian lupa sejarah pahlawan2 bangsa? Mereka Rela Mati utk Indonesia Merdeka, bukan utk pamer Saldo!" lanjutnya.

Tak hanya Tamara saja, pasangan Andhika Pratama dan Ussy Sulistiawaty juga menilai jika konten pamer saldo ATM bukanlah konten yang mendidik. Mereka pun merasa heran mengapa konten tersebut bisa jadi trending. Andhika bahkan merasa resah dengan keputusan teman-teman sesama selebritasnya yang memamerkan saldo ATM.

Pasangan Fairuz A Rafiq dan suaminya Sonny Septian juga sempat membuat video yang berisi peringatan untuk tidak suka pamer saldo ATM.

"Itu sebenarnya bukan sesuatu hal yang bagus ya. Ini buat temen temen yang ada di rumah yang banyak nanya ke kita harus tahu nih bahwa sebenarnya namanya pamer saldo ATM itu bukan sesuatu hal yang baik. Kita itu engga boleh riya, bener justru lebih baik perbanyak aja sedekah dibanding kita harus riya," kata Fairuz.

Aksi pamer saldo ATM ini menjadi sorotan Lembaga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Belum lama ini, KPI mengeluarkan surat edaran untuk seluruh lembaga penyiaran televisi perihal program siaran infotainment.

Dalam edarannya, KPI Pusat meminta seluruh lembaga penyiaran televisi untuk tidak menayangkan soal artis pamer saldo ATM karena telah melanggar pedoman dalam Pasal 37 Ayat (4) huruf c SPS.

Pasal tersebut memuat isi dilarang menampilkan muatan hedonistik yang memamerkan kekayaan materi seperti: barang mewah, perabotan rumah, pakaian, saldo atm, dan bentuk kekayaan materi lainnya.

Kabar ini juga disampaikan oleh KPI melalui unggahannya di Instagram. Rupanya, kali ini banyak dari warganet yang sependapat dengan KPI. Namun sebagian lagi menganggap langkah KPI ini terbilang terlambat.

Agnez Mo bukan berdarah Indonesia

Part 2: Kontroversi Selebritis Tanah Air Sepanjang 2019 - Foto 5
Agnez Mo Kenalkan Budaya Indonesia. Instagram/agnezmo

Penghujung 2019 kembali dihebohkan dengan pernyataan Agnez Mo dalam acara Build Series NYC by Yahoo! di Amerika Serikat. Saat itu, Agnez ditanyai soal keberagaman di Indonesia. Agnez menjawab Indonesia memiliki 18 ribu pulau yang masing-masing memiliki kultur yang berbeda.

"Iya memang sangat menarik, karena Indonesia punya lebih dari 18 ribu kepulauan. Dan di setiap pulau, kami punya suara yang berbeda, kami juga punya baju tradisional yang berbeda-beda," jelas Agnez Mo.

Agnez Mo lantas menjawab bahwa keberagaman itu telah mempengaruhi karyanya.

"Ini menjadi bagian dari diriku. Ini bukan hanya sebuah representasi budaya, tapi juga tapi juga budaya yang sifatnya inklusif," kata Agnez.

Sang pewawancara, Kevan Kenney kemudian berkomentar jika Agnez merupakan sosok yang berbeda dari kebanyakan orang di Indonesia.

"Katanya kamu beda dari orang kebanyakan di sana?" tanya Kevan Kenney.

Pelantun As Long As I Get Paid itu lantas mengatakan bahwa dia tidak punya darah Indonesia dan hanya lahir di Indonesia.

"Sebenarnya, aku enggak punya darah Indonesia atau apapun itu. Aku (berdarah) Jerman, Jepang, China, dan aku hanya lahir di Indonesia," ucap Agnez Mo.

Agnez mengatakan sejak dulu ia memang merasa ada yang berbeda dengan dirinya.

"Aku juga beragama Kristen dan di Indonesia mayoritas adalah muslim jadi aku selalu merasa tempatku tak di sana," jelas Agnez lagi.

"Saya tidak bilang saya tidak berasal dari sana, karena saya selalu merasa diterima. Tetapi saya merasa tidak seperti yang lain," lanjutnya

Menanggapi hal ini, Agnez langsung memberi klarifikasinya. Penyanyi 33 tahun itu juga mengaku bahagia bisa berbagi tentang keberagaman negara asalnya, yakni Indonesia ke dunia.

"Saya tumbuh dalam budaya yang begitu beragam. Inklusivitas budaya adalah apa yang saya perjuangkan. Bhinneka Tunggal Ika berarti Bhinneka Tunggal Ika. Senang ketika saya dapat berbagi sesuatu tentang asal saya di negara saya," imbuhnya.

Terakhir, Agnez mengaku bila dirinya begitu bersyukur lantaran diberi kesempatan mengejar impiannya meski dirinya berasal dari kalangan minoritas.

Ia juga tak lupa menuliskan tagar #indonesia represents yang berarti mewakili Indonesia.

"Saya akan selalu jujur dan bersaksi kepada dunia bagaimana minoritas seperti saya diberi kesempatan untuk memiliki mimpi dan mengejar impian kita (emoji hati) hatiku penuh. Mewakili #Indonesia," tutupnya.

Meski begitu, warganet tetap mempermasalhkan pernyataan Agnez tersebut. HAl ini tentu membuat Agnez sedih. Agnez merasa heran banyak pihak yang salah paham akan pernyataan dirinya dan menuntut permintaan maaf. Menurutnya,

"Apakah karena saya enggak ada garis keturunan Indonesia, atau saya harus minta maaf karena saya bilang Indonesia itu beragam?" ucap Agnez.

Agnez menambahkan, ramai pro dan kontra pernyataannya dalam sebuah wawancara adalah karena ulah orang tak bertanggung jawab yang main memotong videonya. Akibatnya, makna pernyataan Agnez menjadi tak utuh lagi dan membuat banyak orang salah paham.

"Terus kalau yang menarik perhatian saya adalah sebenarnya kepada orang yang pertama kali memotong video itu," kata Agnez Mo.

Menurut Agnez, konteks pembicaraannya saat itu adalah darah yang dimilikinya, bukan soal kewarganegaraan dan lainnya.

"Tapi kan konteksnya saya bilang bahwa DNA atau darah itu kan saya enggak bisa pilih. Tapi kan saya selalu bilang saya orang Indonesia, saya warna negara Indonesia," kata Agnez.

Saat dikonfirmasi oleh Deddy Corbuzier, Agnez juga sempat menjelasakan asal usul nama Muljoto pada namanya.

Agnez menjelaskan jika nama Muljoto bukanlah nama yang diberikan kakek dan neneknya. Saat itu, pemerintah mengharuskan warga asing untuk memiliki nama Indonesia dan ayah Agnez termasuk salah satunya.

"Jadi pada zamannya orang harus ganti nama yang namanya china atau tiga kata itu harus diubah jadi lebih Indonesia, karena ada beberapa kebutuhan yang mengharuskan mereka melakukan itu," ungkap Agnez.

"Makanya saya enggak bisa ngomong kalau misalnya saya orang Jawa atau saya ada darah Melayu karena memang saya enggak punya darah itu," ucap Agnez Mo.

Namun, saat ini polemik ini nyatanya tak membuat popularitas Agnez meredup. Ia terbukti tetap eksis dan dicintai oleh warga Indonesia.[]