News

Parahnya Antrean BBM di Sri Lanka Picu Amuk Massa, Militer Letuskan Tembakan

Saat pompa bensin kehabisan BBM, para pengendara mulai memprotes hingga situasi memanas menjadi bentrokan melawan tentara yang berjaga.

Parahnya Antrean BBM di Sri Lanka Picu Amuk Massa, Militer Letuskan Tembakan
Para sopir bajaj mengantre di sepanjang pinggir jalan untuk membeli BBM di sebuah pompa bensin di Kolombo, Sri Lanka, pada Kamis (16/6). (AFP)

AKURAT.CO Parahnya antrean bensin dan solar memicu kerusuhan di sebuah pompa bensin Sri Lanka pada Sabtu (18/6) malam. Militer pun terpaksa melepaskan tembakan untuk meredam amuk massa.

Dilansir dari AFP, pasukan melepaskan tembakan di Visuvamadu ketika pos penjagaan mereka dilempari batu, menurut juru bicara militer Nilantha Premaratne.

"Sekelompok massa yang terdiri dari 20-30 orang melempari batu dan merusak sebuah truk tentara," ungkap Premaratne.

baca juga:

Menurut polisi, 4 warga sipil dan 3 tentara terluka. Ini pertama kalinya tentara melepaskan tembakan untuk memadamkan kerusuhan terkait dengan memburuknya krisis ekonomi.

Saat pompa bensin kehabisan BBM, para pengendara mulai memprotes hingga situasi memanas menjadi bentrokan melawan tentara.

Sri Lanka menderita krisis ekonomi terburuk sejak negara itu merdeka. Mereka kehabisan dolar untuk mengimpor kebutuhan pokok, termasuk pangan, BBM, dan obat-obatan.

Negara berpenduduk 22 juta ini telah mengalami kekurangan akut dan antrean panjang karena persediaan menipis. Sementara itu, Presiden Gotabaya Rajapaksa selama berbulan-bulan menolak seruan untuk mundur karena salah urus negara.

Sri Lanka telah mengerahkan polisi dan pasukan bersenjata untuk menjaga pompa bensin.

Seorang pengendara ditembak mati oleh polisi pada bulan April di pusat Kota Rambukkana ketika bentrokan meletus atas pembagian bensin dan solar yang dijatah.