News

Parah, Ketua Komisi DPRD Bantul Tega Tipu Gurunya di SD dan Saudara Pakai Modus Penerimaan CPNS

Parah, Ketua Komisi DPRD Bantul Tega Tipu Gurunya di SD dan Saudara Pakai Modus Penerimaan CPNS
Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko (37) diamankan jajaran Polda DIY (akurat.co/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Ketua Komisi D DPRD Bantul Enggar Suryo Jatmiko (37) diamankan jajaran Polda DIY usai diduga terlibat tindak pidana penipuan dan penggelapan penerimaan PNS dan PPPK.

Politisi Partai Gerindra itu ditangkap usai dilaporkan oleh ketiga korbannya ke Polda DIY, Maret 2022 lalu. Mereka mengaku merugi puluhan hingga ratusan juta Rupiah karena ulah Enggar.

Wadir Reskrimum Polda DIY AKBP K. Tri Panungko mengatakan, dua dari korban Enggar yakni guru SD pelaku dan saudaranya sendiri.

baca juga:

"Hubungan tersangka dan para korban, pertama ada guru, gurunya beliau waktu di SD," kata Tri di Mapolda DIY, Senin (3/10/2022).

Tri mengatakan, kasus yang menimpa guru pelaku bermula saat korban meminta bantuan kepada Enggar agar anaknya diterima sebagai PNS Pemkab Bantul 2018 silam. Enggar mengiyakan dan meminta uang sebesar Rp250 juta sebagai syarat bersedia memfasilitasi.

Korban akhirnya memberikan sebagian uang dari jumlah yang dipersyaratkan kepada Enggar. "Namun kenyataannya saat pengumuman (anak korban) tidak lolos (tes CPNS)," ujar Tri menambahkan.

Kala itu ada pula dua korban lain, termasuk satu di antaranya saudara Enggar yang mempertanyakan kejelasan dari upaya pelaku yang tidak membuahkan hasil ini. Sementara, mereka juga sudah menyerahkan sebagian harta mereka kepada pelaku. 

Ketiga korban meminta uang mereka kembali lewat serangkaian proses mediasi. Akan tetapi, menurut Tri, Enggar selalu berkilah dan tidak bisa mengembalikannya.

Sampai akhirnya para korban memutuskan untuk melaporkan Enggar ke Polda DIY Maret 2022 lalu. Setelah proses pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti, dan gelar perkara, pelaku akhirnya ditahan pada 30 September kemarin.

"Rata-rata korban anak-anak dari pelapor, diiming-imingi bisa masuk PNS atau PPPK Pemkab Bantul," papar Tri.

Dari kasus ini, polisi menyita sejumlah barang bukti. Macam selembar printout asli kartu peserta ujian CPNS; selembar printout asli kartu informasi akun system seleksi CPNS; dan selembar kuitansi asli bernama terang korban untuk uang senilai Rp150 juta.

Dari kasus ini, menurut Tri, jumlah yang diderita korban masing-masing Rp150 juta, Rp75 juta, dan Rp40 juta. Dikatakannya, mereka secara bertahap memberikan uang pemulus kepada kepada Enggar.

"Uang itu dipakai untuk keperluan pribadi, ya beli-beli barang," jelas Tri.

Kata Tri, Polda DIY sejauh ini belum menemukan keterlibatan pihak lain dalam kasus Enggar. Tri menuturkan, pihaknya juga baru kali ini menerima laporan terkait praktik dari pelaku.

Polda DIY pun telah menetapkan ESJ sebagai tersangka. Ia dikenakan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP. "Masing-masing hukuman 4 tahun," pungkas Tri. []