Lifestyle

Parade Budaya di Bandara, Perkenalkan Kekayaan Nusantara Hingga Pulihkan Industri Pariwisata

Penumpang pesawat, termasuk wisatawan nusantara dan mancanegara, menyaksikan parade budaya 'Langgam Pancarona, Dahayu Nusantara' di Bandara Soekarno Hatta


Parade Budaya di Bandara, Perkenalkan Kekayaan Nusantara Hingga Pulihkan Industri Pariwisata
Penumpang pesawat saat mengantri di bagian cek-in tiket di terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (29/4/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO  Ada banyak cara untuk melestarikan budaya tanah air. Salah satunya adalah dengan menggelar parade budaya secara rutin.

Terbaru, penumpang pesawat, termasuk wisatawan nusantara dan mancanegara, menyaksikan parade budaya 'Langgam Pancarona, Dahayu Nusantara' di Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta), tepatnya di Terminal 3. 

Adapun kesenian tradisional yang ditampilkan : 

baca juga:

  • Tari Sigeh Pengunten dari Lampung
  • Tari Kancet Papatai dari Kalimantan Timur
  • Tari Topeng dan alat musik Angklung dari Jawa Barat
  • Tari Kipas Pakarena dari Sulawesi Selatan
  • Tari Cakalele dari Maluku.
View this post on Instagram

A post shared by Erick Thohir (@erickthohir)

Erick Thohir pun sangat mengapresiasi parade budaya di bandara. Menurutnya, ini penting agar bandara tidak hanya menjadi uang tunggu yang sepi dan kaku, melainkan tempat untuk mengenalkan keberagaman budaya Indonesia. 

“Terus kita dorong airport kita menjadi etalase kebudayaan, kesenian dan musik Indonesia," kata  Menteri BUMN Erick Thohir, dikutip AKURAT.CO, Selasa (28/6/2022). 

Erick Thohir menambahkan bahwa Indonesia mempunyai kebudayaan yang sangat luar  biasa. Dan sebagai bangsa Indonesia, kita sudah seharusnya menjaga itu semua. 

"Airport jadi etalase kebudayaan, musik dan kesenian Indonesia. Meski kita jadi negara modern dan maju, tapi percayalah negara maju dan modern tanpa budaya, bangsa akan jadi rapuh," ucapnya. 

Sekedar informasi, bukan pertama kalinya ada pagelaran budaya di bandara. Sejak November 2019, Parade Kebudayaan Indonesia sudah digelar di berbagai bandara di Indonesia. Namun agenda ini berhenti selama dua tahun karena pandemi Covid-19. 

Bukan hanya di Soetta, tapi juga Bandara I Ngurah Rai Bali, Bandara Jogjakarta. Rencananya, parade budaya ini juga akan digelar di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara. 

"Parade Budaya ini digelar seminggu sekali, berkeliling menunjukan kesenian, tarian dan musik tradisional Indonesia. Lalu kalau nanti cashflow-nya bagus, bisa seminggu dua kali, semakin bagus, bisa seminggu tiga kali," ujar Erick Tohir.

Sementara President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, parade budaya ini bukan hanya menjadi atraksi menarik untuk penumpang, tapi juga cara untuk memperkenalkan berbagai kekayaan budaya nusantara, sekaligus mendorong pemulihan sektor pariwisata nasional.

"Ada keinginan untuk melakukan perjalanan wisata di tengah masyarakat, sejalan dengan juga membaiknya penanganan pandemi. Ini waktu yang tepat untuk mengakselerasi pemulihan sektor pariwisata yang salah satunya kami dorong dengan mengenalkan ragam budaya nusantara di bandara,” ujarnya.[]