Rahmah

Baginda Raja Semprot Petinggi Kerajaan, Abu Nawas Sampaikan Pesan Bijak, Begini Kronologinya

Baginda Raja mengadakan pertemuan besar dengan seluruh menteri dan petinggi kerajaan termasuk salah satunya adalah Abu Nawas.


Baginda Raja Semprot Petinggi Kerajaan, Abu Nawas Sampaikan Pesan Bijak, Begini Kronologinya
Ilustrasi Abu Nawas (Hidyatuna)

AKURAT.CO Setiap negara, pastilah dihadapan pada berbagai permasalahan. Baik dari segi ekonomi, konflik internal dan lain sebagainya. Begitu juga terjadi di negeri yang dipimpin oleh Baginda Raja Harun Ar-Rasyid yang sedang dihantam masalah krisis ekonomi.

Kisah ini berawal ketika tercapainya pemasukan terbesar kerajaan yang berasal dari pajak tidak mampu mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah kerajaan. Sehingga banyak fasilitas umum dan bangunan-bangunan di kerajaan yang rusak karena tidak ada biaya untuk memperbaikinya.

Karena kondisi kerajaan yang semakin parah, akhirnya Baginda Raja menjadi geram. Padahal, Baginda telah beberapa kali memperluas wilayahnya karena berhasil memenangkan perang. Bagaimana tidak, kerajaan telah beberapa kali memenangkan peperangan dan memiliki wilayah yang semakin luas ini, namun diterjang krisis ekonomi dari pajak.

Merespon hal tersebut, Baginda Raja mengadakan pertemuan besar dengan seluruh menteri dan petinggi kerajaan termasuk salah satunya adalah Abu Nawas. Sebelumnya, dua bulan lalu Abu Nawas ditunjuk menjadi petugas pajak untuk membantu petugas lainnya.

Para menteri kerajaan datang dengan membawa kertas laporan sesuai dengan divisinya masing-masing. Ternyata kertas-kertas laporan itu ternyata sangat banyak dan sampai berserakan di lantai kerajaan.

Baginda Raja akhirnya memasuki ruangan utama dan mulai berkata,

"Bagaimana mungkin banyak infratruktur di kerajaan ini rusak tanpa adanya renovasi. Kenapa hasil pertanian bisa sangat menurun, padahal tanah di kerajaan ini sangat subur untuk bercocok tanam. Apa yang kalian lakukan selama ini untuk membantu kerajaan!!," bentak Baginda Raja dengan geramnya.

Semua yang hadir hanya bisa diam dengan menundukkan kepalanya masing-masing. Mereka tidak bisa menjawab apa-apa, selain menyerahkan tumpukan kertas laporan pekerjaan mereka bawa.

Baginda yang sedang naik pitam akhirnya merobek-robek dan melempar kertas-kertas laporan tersebut. Saking marahnya, sampai ada diantara beberapa menteri kerajaan disuruh memakan kertas laporannya itu.

Abu Nawas yang juga merupakan salah satu pembantu kerajaan kali ini hanya diam. Ia tidak bisa berbuat apa-apa karena Baginda terus marah-marah. Dalam keadaan tertekan itu, Abu Nawas terus memikirkan cara bagaimana jika kemudian Baginda bertanya tentang laporannya. 

Hingga akhirnya, sekarang giliran Abu Nawas untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Ia pun langsung berjalan menghadap baginda dengan membawa sepotong roti. 

Semua yang hadir merasa heran dengan tingkah Abu Nawas ini, bagaimana bisa disaat kondisi sangat tertekan dan mencekam seperti ini, Abu Nawas malah membawa sepotong roti ke hadapan Baginda. Melihat hal itu, Baginda langsung berkata,

"Wahai Abu Nawas, apakah dirimu akan menyuapku dengan roti itu?," bentak baginda.

"Bukan begitu Paduka Raja yang mulia, laporan pekerjaan hamba semuanya tercatat pada roti ini!," jawab Abu Nawas dengan santai.

"Apa maksudmu, disaat seperti ini, apakah engkau menganggapnya sebagai bahan becandaan? atau engkau hanya mencoba berpura-pura gila lagi dihadapanku?," bentak Bbaginda semakin geram.

"Paduka yang mulia, usiaku sudah cukup lanjut, aku tidak akan kuat memakan kertas-kertas laporan yang nantinya baginda sobek dan menyuruhku untuk memakannya. Jadi hamba memindahkan semua laporan itu pada sepotong roti ini,!!" jawab Abu Nawas.

Pesan Abu Nawas tersebut sangat halus tetapi sangat menusuk tetap pada tujuan. Baginda pun tersadar jika ia harus lebih bijaksana dalam memimpin kerajaan dan bersikap adil  terhadap bawahan. 

Semua menteri dan pembantu diminta untuk pergi. Pertemuan dilanjutkan pada keesokan harinya dengan kepala dingin dan tanpa tekanan. Dengan begitu semua permasalahan yang ada di kerajaan dapat diselesaikan lebih mudah dan cepat.[]