Tech

Pantau Media Sosial Publik, Polisi Filipina Tuai Kritik Netizen

Pantau Media Sosial Publik, Polisi Filipina Tuai Kritik Netizen
Ilustrasi - Sosial Media (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO, Polisi Filipina menuai kritik dari netizen dan para aktivis terkait rencana memantau media sosial untuk menegakkan aturan karantina. Pihak berwenang disebut otoritarianisme dan standar ganda. 

Letnan Jenderal Polisi Nasional Guillermo Eleazar, kepala satuan tugas yang menegakkan protokol karantina, memperingatkan denda dan hukuman layanan masyarakat bagi orang-orang yang melanggar tindakan pencegahan, sementara pelanggar larangan minuman keras akan menghadapi "dakwaan tambahan".

"Polisi dapat menggunakan postingan publik di media sosial sebagai petunjuk dan ini akan melampaui operasi visibilitas polisi yang kami lakukan, dan akan melengkapi tip yang kami dapatkan dari hotline polisi," kata Eleazar, dilansir dari Reuters, Minggu (6/9).

baca juga:

Manila mengakhiri putaran kedua kebijakan lockdown pada 19 Agustus demi meningkatkan aktivitas bisnis.

Meski demikian, warga tetap diwajibkan menggunakan masker di tempat umum serta menjaga jarak minimal satu meter. Sementara anak-anak, orang tua, dan ibu hamil diminta untuk tetap berada di rumah.

"Rencana untuk memantau media sosial yang diumumkan pada hari Sabtu, tampaknya menunjukkan lembaga polisi ingin menggunakan pandemi untuk mengubah kita menjadi negara polisi, di mana setiap tindakan diawasi oleh pihak berwenang," tulis Renato Reyes, sekretaris jenderal kiri- kelompok aktivis sayap Bayan (Nation) di Twitter.

Sementara para kritikus menilai rencana tersebut menunjukkan standar ganda, setelah seorang kepala polisi diizinkan mempertahankan jabatannya meskipun melanggar larangan pertemuan sosial pada Mei.

Foto-foto di halaman Facebook kepolisian menunjukkan Debold Sinas, kepala polisi Wilayah Ibu Kota Nasional merayakan ulang tahunnya bersama belasan orang tanpa masker. Mereka duduk berdekatan lengkap dengan kaleng bir di meja mereka meskipun ada larangan alkohol. Sinas kemudian meminta maaf.

Eleazar mengatakan kasus pidana dan administrasi telah diajukan terhadap Sinas atas insiden tersebut.

Sejauh ini, Filipina telah mencatat 234.570 kasus COVID-19, tertinggi di Asia Tenggara dengan 3.790 kematian.

Azhar Ilyas

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu