News

Pansus Angket KPK Butuh Dana 3 M, Pengamat: Pemborosan Anggaran Negara


Pansus Angket KPK Butuh Dana 3 M, Pengamat: Pemborosan Anggaran Negara
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa. (Akurat.co)

AKURAT.CO, Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket KPK memerlukan dana sekitar Rp3,1 miliar untuk bekerja selama 60 hari.      

Menurut Ketua Pansus Hak Angket KPK, Agun Gunandjar Sudarsa, dana tersebut sudah termasuk untuk membiaya aktivitas di luar rapat-rapat formal di Parlemen.     

"Sudah termasuk konsinyering, kunjungan ke luar kota, utamanya untuk mengundang pakar, ahli yang terkait tugas pokok," kata Agun di Gedung Nusantara, Jakarta, Kamis (8/6). 

Pengamat dari Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI) Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Choky Risda Ramadhan, angkat bicara sioal besarnya anggaran untuk angket KPK tersebut.

Menurut dia, anggaran tersebut sangat memboroskan anggaran negara. Apalagi uang tersebut adalah uang negara yang didapat dari rakyat atau publik.

"Anggaran tersebut sangat memboroskan anggaran negara yang publik tanggung," kata Choky, Ahad, (11/6).

Beberapa anggaran digunakan untuk rapat dan konsinyering. Dimana, anggaran pansus tidak banyak bila dilakukan di Gedung DPR.

"Lebih lanjut lagi dari sisi kebutuhan sebenarnya tidak perlu ada angket tersebut oleh karena terusik dengan pemeriksaan KPK dalam kasus e-KTP," kata Choky.[]