News

Panglima TNI Ungkap Ancaman Separatisme di Dunia Maya

Media sosial menjadi media yang efektif untuk melakukan perang informasi ataupun perang psikologi.


Panglima TNI Ungkap Ancaman Separatisme di Dunia Maya
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi I di gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2020). Raker membahas membahas mengenai Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2021. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengungkap adanya ancaman separatisme dengan memanfaatkan dan menggunakan media sosial. Termasuk juga maraknya propaganda dengan tujuan untuk memisahkan diri dari NKRI.

Aksi separatisme saat ini tidak hanya berupa pemberontakan bersenjata, tetapi sudah berkembang melalui kampanye internasional dengan memanfaatkan media sosial di dunia maya.

Hal ini disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.IP, ketika menjadi Keynote Speaker dalam acara Webinar Pelatihan Sinergi Anak Bangsa Dalam Menjaga Keutuhan Bangsa dan Negara Dari Aksi Separatisme di Dunia Maya, bertempat di Jakarta, Sabtu (21/11/2020).

Dia mengatakan, dunia maya memang memiliki kelebihan berupa kecepatan dan jangkauan yang lebih cepat, lebih luas, dan lebih mudah. Selain itu dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas di dunia maya, ternyata dapat lebih masif dari dunia fisik. Baik yang positif maupun yang negatif.

"Mau tidak mau, suka atau tidak suka, kita harus mengakui bahwa media sosial telah dapat dimanfaatkan sebagai media propaganda, media perang urat syaraf," ujarnya.

Lebih jauh, dia menuturkan bahwa dengan jangkauannya yang luas, media sosial menjadi media yang efektif untuk melakukan perang informasi ataupun perang psikologi.

"Sekarang kita mengenal hastag, trending topic. Dahulu kita menyebutnya sebagai tema propaganda," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Hadi juga menyampikan bahwa beberapa minggu terakhir ini, dunia maya di Indonesia diramaikan dengan beberapa isu yang cukup hangat.

"Isu-isu tersebut bila kita lihat membuat masyarakat menjadi terkotak-kotak, terpolarisasi dan dibenturkan satu sama lain. Terdapat pula narasi yang membangun ketidakpercayaan kepada pemerintah dan tidak percaya kepada berbagai upaya pemerintah untuk kepentingan rakyat," ucapnya.

Ainurrahman

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu