News

Panglima TNI Pastikan Prajurit TNI Pelaku Kekerasan di Kanjuruhan Terbukti Lampaui Kewenangan

Panglima TNI Pastikan Prajurit TNI Pelaku Kekerasan di Kanjuruhan Terbukti Lampaui Kewenangan
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa di UGM, Sleman, Rabu (25/5/2022). (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memastikan bahwa prajurit TNI yang terekam video amatir ikut melakukan kekerasan terhadap suporter bola di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Sabtu (1/10/2022) telah melakukan tindakan diluar kewenangannya. Andika memastikan telah melakukan investigasi sejak kemarin. 

"Kita sudah sejak kemarin sore melakukan investigasi sekaligus kita lanjutkan dengan proses hukum karena yang viral itu sangat jelas tindakan diluar kewenangan. Jadi kalau pasal di KHUP itu pasal 126 sudah kena," ujar Andika saat konferensi pers di kantor Kemenko Polhukam, Senin (3/10/2022). 

Andika memastikan bahwa oknum prajurit TNI yang terlibat kekerasan berujung kematian suporter di Kanjuruhan itu bakal dipidana. Dia memastikan tak akan menjerat prajurit TNI itu dengan pasal indisipliner. 

baca juga:

"Belum lagi KUHP nya. Jadi kita tidak akan mengarah pada disiplin tetapi pidana. Karena itu sudah sangat berlebihan," ungkapnya. 

Dia mengatakan, hingga kini, pihaknya masih terus memburu prajurit TNI pelaku kekerasan terhadap suporter itu. Mereka juga mengumpulkan bukti-bukti dari video-video amatir masyarakat untuk melacak kekerasan yang libatkan anggota TNI. 

"Kalau ada video lain yang juga memperlihatkan secara clear, kita akan bisa menindaklanjuti sebanyak mungkin karena memang nggak boleh terjadi lagi. Dan bukan tugas mereka untuk melakukan yang terlihat di video. Jumlahnya belum. Masih terus (dikembangkan) karena kita juga ingin mendapat video lain selain dari yang sudah beredar. Kalau yang sudah beredar kemarin sudah jelas itu," ujarnya. 

Dia menjelaskan, prajurit TNI yang terlibat kekerasan itu bakal diproses di internal TNI. Dia mengungkapkan, dalam beberapa video yang viral nampak jelas prajurit TNI yang melakukan kekerasan tidak dalam rangka mempertahankan diri. 

"Kalau telihat di video viral kemarin bukan dalam mempertahankan diri. Itu termasuk bagi saya sudah masuk ke tindak pidana. Karena tidak berhadapan dengan prajurit tapi diserang (oleh prajurit)," ungkapnya. 

Dia memastikan seluruh prajurit TNI yang terlibat kekerasan di stadion itu bakal diungkap semuanya besok sore, Selasa (4/10/2022). 

"Kita satuan akan telusuri dulu biarkan kami tuntaskan sampai besok sore. Kita janji sampai dengan besok sore. Kami juga sambil menunggu apabila ada video video lain yang bisa dikirim ke kami siapa tau ada penonton yang mengambil video yang bisa menjadi bahan melengkapi investigasi proses hukum kami," ungkapnya. []