News

Panglima TNI: 55 Prajurit Dinyatakan Positif Covid-19 dan 15 Orang Meninggal Dunia


Panglima TNI: 55 Prajurit Dinyatakan Positif Covid-19 dan 15 Orang Meninggal Dunia
Prajurit TNI saat mengikuti upacara HUT ke-74 TNI di Taxi Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5/10/2019). Upacara ini dipimpin oleh Presiden Joko Widodo selaku Inspektur Upacara. Selain itu, HUT TNI ini menampilkan sejumlah atraksi, mulai dari atraksi pesawat tempur, parade prajurit, demonstrasi keterampilan, serta parade alutsista berbagai kendaraan tempur. HUT TNI ini juga dihadiri oleh berbagai tamu undangan seperti mantan presiden, wakil presiden, mantan panglima TNI, pejabat (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan prajurit TNI yang terindikasi terjangkit virus corona (Covid-19) sebanyak 1.187 orang, 55 di antaranya dinyatakan positif terinfeksi dan 15 orang meninggal dunia.

“Data di Mabes TNI sendiri, bahwa ada 1.187 kasus terkait COVID-19, yang  positif 55 orang,” ungkap Hadi dalam rapat kerja virtual bersama Komisi I DPR RI, Rabu (15/4/2020).

Ia merincikan, dari 1187 kasus terindikasi itu, 190 anggota TNI masuk dalam pasien dalam pengawasan (PDP), sementara 873 orang dalam pemantauan (ODP). Sedangkan yang sembuh mencapai 54 orang.

Menurutnya, data tersebut didapatkan dari hasil Rapid Tes yang dilakukan anggota TNI beberapa waktu lalu, meski belum menjangkau secara keseluruhan. Rapid Tes dilakukan untuk seluruh anggota TNI aktif maupun purnawirawan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

"Itu dari hasil rapid tes yang dilakukan oleh kami pada beberapa waktu lalu, meski belum menjangkau secara keseluruhan," ucapnya.

Selanjutnya, kata Hadi, untuk menelusuri anggota militer yang terindikasi terinfeksi COVID-19, pihak TNI akan melakukan Rapid Tes, namun dengan memprioritaskan pasukan yang diperuntukkan membantu penanggulangan  COVID-19.

"Dan belum seluruh anggota TNI yang memang kita test. Kita prioritaskan pasukan-pasukan yang akan melaksanakan tugas di Pamtas, termasuk tugas-tugas yang menangani COVID-19 itu dulu," ujarnya.[]