News

Pangkalan AS di Irak Dihujani 18 Roket, 3 Orang Dinyatakan Tewas


Pangkalan AS di Irak Dihujani 18 Roket, 3 Orang Dinyatakan Tewas
Dalam file foto ini, tentara Irak tampak berlatih dengan tentara AS di pangkalan Taji (BBC)

AKURAT.CO, Setidaknya tiga orang dikonfirmasi tewas setelah gempuran roket menyerang pangkalan yang menampung pasukan koalisi Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Irak. Tidak hanya korban tewas, 12 orang lainnya juga dilapokan mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi pada Rabu (11/3) malam kemarin.

Dalam liputannya, BBC pada Kamis (12/3), melaporkan bahwa pangkalan yang diserang roket tersebut diketahui adalah kamp militer Taji yang terletak di utara Baghdad. Sementara, menurut sumber militer AS, ketiga korban tewas diklaim terdiri dari seorang tentara serta kontraktor AS, dan seorang tentara dari Inggris.

Meski begitu, hingga kini, pihak terkait belum merilis nama-nama korban yang tewas maupun terluka.

Dalam serangan terakhir ini, koalisi pimpinan AS di Irak dan Suriah juga mengonfirmasi bahwa setidaknya ada 18 roket yang telah menghantam pangkalan militer Taji.

Sebelumnya, melalui laman Twitter, juru bicara koalisi sempat memberikan keterangan bahwa serangan terjadi pada Rabu pukul 19.35 waktu setempat. Penyelidikan dilapokan akan segera diluncurkan untuk mengetahui siapa dalang penyerangan.

Meski hingga kini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab, tetapi serangan ini tampaknya makin meruncingkan ketegangan antara Washington dan Teheran, terutama kematian komandan senior Iran, Qasem Soleimani pada Januari lalu.

Pada 8 Januari lalu, serangan serupa juga terjadi di pangkalan koalisi AS lain di Irak, al-Asad. Karena gempuran 'balasan' dari Iran ini, setidaknya 100 orang tentara dilapokan menderita cedera otak traumatis (TBI).

Sementara, dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan Inggris menjelaskan bahwa mereka juga telah mengonfirmasi serangan ini. Pihak Inggris menuturkan bahwa mereka sudah mengetahui bahwa salah satu personelnya menjadi korban tewas.

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa kami mengetahui insiden yang melibatkan personel layanan Inggris di Camp Taji, Irak. Investigasi sedang berlangsung, tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut saat ini," ucap juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris.

Sedangkan, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson langsung mencap bahwa serangan tersebut adalah sebuah aksi 'menjijikkan'.

"Menteri luar negeri (Inggris) telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS dan kami akan terus berhubungan dengan mitra internasional kami untuk sepenuhnya memahami rincian serangan yang menjijikkan ini," ucap Johnson.[]