Lifestyle

Pangeran Harry Tenggak Minuman Beralkohol untuk Atasi Trauma, Berhasilkah Itu?

Untuk bisa mengatasi rasa traumatis kehilangan ibunya Putri Diana yang dia alami. Pangeran Harry mesti menggunakan obat-obatan dan minum alkohol


Pangeran Harry Tenggak Minuman Beralkohol untuk Atasi Trauma, Berhasilkah Itu?
Potret Pangeran Harry (REUTERS)

AKURAT.CO, Untuk bisa mengatasi kejadian traumatis kehilangan ibunya, Putri Diana, Pangeran Harry mesti menggunakan obat-obatan dan minum alkohol untuk itu.

"Saya minum alkohol selama seminggu. Saya minum bukan karena saya menikmatinya tapi karena saya mencoba menutupi sesuatu," kata Harry dilansir dari CNN, pada Minggu, (23/5).

Bahkan pada saat itu, apapun yang membantu bisa menenangkannya, bisa dia lakukan, termasuk narkoba.

"Saya bersedia untuk minum alkohol, saya bersedia untuk menggunakan narkoba. Saya bersedia untuk mencoba dan melakukan hal-hal tersebut untuk mengurangi apa yang saya rasakan (rasa trauma)," tambah Harry.

Tak hanya Pangeran Harry, banyak orang meminum minuman beralkohol ketika mengalami pengalaman buruk atau trauma. Tujuannya ialah untuk mengusir ingatan buruk dan berharap alkohol membuat mereka lupa atas trauma itu.

Sayangnya, meminum minuman beralkohol malah memiliki efek sebaliknya.

Dilansir Akurat.co dari Daily Mail, suatu studi mengatakan bahwa alkohol justru memperkuat ingatan buruk seseorang. Para peneliti dalam studi tersebut mengatakan bahwa alkohol memperkuat sel-sel saraf yang berhubungan dengan pusat respon rasa takut di otak.

Oleh karena itu, Dr. Norman Haughey, seorang profesor saraf di Johns Hopkins University memperingatkan bahwa semakin lama seseorang berusaha mengubur trauma menggunakan alkohol, semakin sulit bagi orang itu untuk melupakannya.

"Obat-obatan anti-kecemasan dan obat lainnya, ketika digabungkan dengan alkohol bisa mempengaruhi kemampuan otak untuk melupakan memori buruk," ujar Dr. Haughey.

“Mengonsumsi alkohol setelah mengalami trauma akan memperkuat sinapsis kamu. Hal ini kemudian akan memperkuat koneksinya dengan bagian otak yang merespon rasa takut dan akhirnya malah memperbesar dan memperkuat rasa takut dan stres kamu,“ imbuh dia.

Apabila kamu mengalami trauma atau mengalami ketakutan berlebih atas kejadian buruk yang menimpamu, segerlah meminta bantuan professional. Jangan malah lari ke minuman alkohol, ya![]