News

Pangeran Harry Diduga Tak Nyanyikan Lagu God Save the King, Dianggap 'Durhaka' kepada Raja Charles III

Pangeran Harry Diduga Tak Nyanyikan Lagu God Save the King, Dianggap 'Durhaka' kepada Raja Charles III
Pangeran Harry tuai kecaman dari para penggemar kerajaan gara-gara rekaman menunjukkan dia gagal menyanyikan lagu 'God Save the King' di akhir pemakaman neneknya (TheTopDailyNews)

AKURAT.CO  Pangeran Harry telah dituduh gagal menyanyikan lagu kebangsaan 'God Save the King' di akhir acara pemakaman neneknya, Ratu Elizabeth II.

Gara-gara itu, Duke of Sussex dikecam habis-habisan hingga jadi 'bulan-bulanan' warga Inggris di media sosial.

Penulis biografi Harry, Angela Levin, termasuk di antara banyak warga yang me-retweet klip yang tampaknya menunjukkan Harry, menutup mulut di tengah alunan lagu tersebut. Dalam rekaman itu, orang-orang di sekitar Harry, dengan khidmat menyanyikan lagu itu, sebagai penghormatan kepada ayahnya yang kini menjadi raja Inggris.

baca juga:

Dalam video, terlihat Raja Charles III menahan air mata ketika Westminster Abbey berubah menjadi paduan suara untuk 'God Save the King'.

Charles tidak menyanyikan lagu kebangsaan Britania Raya tersebut, yang merupakan ode atau syair pujian untuknya. Harry, yang kemudian menjadi sorotan, hanya diam ke depan. Ia berdiri tepat di belakang ayahnya, dengan mulut tampak terkunci selama setidaknya 10 detik terakhir.

Sementara itu, Permaisuri Camilla bernyanyi sampai akhir. Begitu pula saudara perempuan Charles, Putri Anne, dan suaminya, Wakil Laksamana Timothy Laurence. Saudara laki-laki Charles, Pangeran Andrew juga menggerakkan mulutnya, dan diikuti dengan putri-putrinya yang berdiri di belakang.

Pemandangan sama berlaku untuk para bangsawan senior lainnya, termasuk saudara laki-laki dekat Harry, Pangeran William, dan keluarganya. Mereka semua bernyanyi dengan lantang.

Tidak segera jelas apakah istri Harry, Meghan Markle, juga menyanyikan penghormatan kepada ayah mertuanya. Ini lantaran dalam klip yang viral, mulut Markle tertutup oleh lilin.

Namun, orang dalam yang dekat dengan Harry telah menolak semua tuduhan itu. Ia mengatakan bahwa terlepas dari klip yang sekarang viral, Harry sebenarnya ikut menyanyikan lagu tersebut.

Bagaimanapun, kecaman telanjur membanjiri laman media sosial. Para pengamat kerajaan menuduh Harry telah menghina raja baru. Sementara diketahui, pada minggu lalu, pangeran yang terasingkan itu telah berjanji untuk menghormati ayahnya.

"Ia sama sekali tidak menghormati ayahnya, bangsa, Mahkota, dan raja," cuit veteran Inggris Mike Murphy dengan serangkaian emoji wajah marah.

"Copot semua gelar dan pendanaannya untuknya. Berapa banyak NETFLIX bakal membayar untuknya," tambah Murphy merujuk pada kesepakatan media jutaan dolar Duke dan Duchess sejak keluar dari Inggris dan kehidupan kerajaan.

Yang lain juga bersikeras bahwa aksi itu adalah bentuk 'penghinaan' terhadap ayahnya, yang sebelumnya disalahkan karena membawa rasa sakit dan penderitaan, hingga Harry pindah ke California bersama dengan istrinya.

"Dia bisa saja lebih tidak sopan jika mau mencobanya," komentar salah satu pengguna.

"Dia juga terus menatap tajam ke arah William.... sangat mencolok," tambah yang lain.

Meski begitu, ada pula yang dengan cepat membela Harry, memberi alasan bahwa Duke of Sussex itu sedang 'emosional' sehingga tak bisa bernyanyi.

"Saya biasanya terlalu emosional saat menyanyikan lagu apa pun saat berada di pemakaman. Jadi saya tidak menentangnya (Harry)," kata seorang warganet.

Harry dan istrinya dilaporkan akan terbang keluar dari Inggris 'segera' setelah pemakaman Ratu pada Senin (19/9) rampung.

Pasangan itu selama lebih dari dua minggu berada jauh dari anak-anak mereka, Archie dan Lilibet. Mereka sangat ingin kembali pulang, menurut seorang sumber yang berbicata kepada Us Weekly.

"Meghan dan Harry bersiap untuk kembali ke Montecito segera setelah pemakaman, di mana mereka akan bertemu kembali dengan Archie dan Lilibet setelah berpisah selama lebih dari dua minggu.

"Ini adalah waktu terlama mereka terpisah dari anak-anak," kata orang dalam itu kepada majalah Amerika tersebut.[]