Andre Purwanto

Tech

Pangan Beranjak Stabil, Corona Kini Pukul Fintech Tanah Air


Pangan Beranjak Stabil, Corona Kini Pukul Fintech Tanah Air
Fintech alami kelesuan di tengah wabah corona (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Kelangkaan dan kenaikan harga sembako sudah diprediksi sebelumnya. Wabah Corona yang melanda Indonesia memberi pelajaran berarti bagi pemerintah dan pelaku industri pangan. Setidaknya, beberapa sektor pangan berhasil dikendalikan meski panic buying belum mereda.

Kemarin, sebagai bukti gerak cepat pemerintah, Presiden Joko Widodo langsung 'turun gunung'. Beliau kembali blusukan, terutama ke gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Hari ini, Kamis (19/3), Jokowi beri kepastian bahwa stok pangan, terutama beras, aman. Jokowi juga menjamin bahwa panen raya pada April mendatang akan semakin menguatkan ketahanan pangan Indonesia dalam menghadapi Corona.

Setelah memastikan, Presiden mengimbau Bulog harus cermat dalam mendistribusikan pangan. Kestabilan pangan adalah hal utama yang harus dijaga apabila menghadapi situasi genting.

Jokowi Meminta Semua Pihak Merahasiakan Nama Pasie. AKURAT.CO/Sopian

Senada dengan Jokowi, Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri, mengatakan perlu pengaturan secara kuantiti dalam mendistribusikan bahan pangan. Ia menyebut harus ada 'pembatasan' dalam menjual bahan-bahan kebutuhan pokok.

Pembatasan penjualan untuk bahan pangan tertentu, sambungnya, adalah hal yang wajar. Tapi, ritmenya harus terus dijaga. Hingga saat ini, ia terus mengimbau kepada para anggotanya agar tidak menjual dalam jumlah yang besar.

Jika disimak dari fakta di atas, dua pekan belakangan ini pemerintah cukup sigap dalam bekerja. Pemerintah juga mendapat dukungan penuh dari para pelaku industri, pengusaha dan bahkan rakyat. Kebijakan Social Distancing dan juga Work From Home mampu diterjemahkan dengan baik oleh semua pihak. Alhasil, Indonesia masih kondusif.

Mungkin harus disisihkan dulu kebijakan 'lockdown' di Jakarta. Sebab, sejumlah kawasan penyangga dan satelit ibukota belum siap. Sebagian besar penduduk di wilayah penyangga -Bekasi, Depok, Tangerang- masih sangat berhajat pada ibukota. Betapa tidak, sebagian besar mereka masih menggantungkan hidup dan mata pencarian di Jakarta.

Fintech Lesu

Setelah sedikit berbenah dan mengantisipasi, tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu industri yang dihuni banyak startup kini melesu. Ya, finance technology alias fintech menjadi industri yang paling merana di tengah gejolak corona.

OVO, misalnya, harus mempekerjakan seribu karyawannya dari rumah. Kebijakan ini diambil seiring dengan kebijakan pemerintah dan situasi yang semakin darurat. Langkah yang diambil manejeman OVO atau PT Visionet Internasional sudah dimulai sejak Senin (16/3) lalu.

OVO Lippo Group. ISTIMEWA/Twitter/@OVO

Kebijakan tersebut, menurut Presedir OVO, Karaniya Dharmasaputra, akan berlangsung hingga seminggu ke depan. Setiap hari, menejemen juga akan melakukan prosedur medis di kantor-kantor OVO di seluruh Indonesia.

Sayangnya, OVO dan sejumlah Fintech sejenis masih belum mengeluarkan rilis resmi. OVO yang fokus pada transaksi pembayaran juga menolak beri pernyataan. Terlebih, OVO tengah dalam bayang-bayang merger dengan salah satu platform fintech pembayaran lainnya.

Platform lainnya, DANA, mengakui ada penurunan pada saat  permulaan kebijakan Social Distancing dan Work From Home berlaku. CEO DANA, Vincent Iswara, mengonfirmasi bahwa kasus corona Covid-19 di Indonesia secara keseluruhan berdampak terhadap penurunan transaksi di berbagai merchant offline DANA.

Namun, dalam waktu dekat ia yakin DANA akan kembali pulih. Keadaan akan segera membaik seiring dengan stabilnya perekonomian tanah air. Bahkan Vincent optimis, DANA akan alami lonjakan transaksi di kemudian hari.

Vincent Iswara, CEO DANA. ISTIMEWA

Fintech pembayaran yang kini lesu ternyata tidak seberapa parah. Ada yang jauh lebih terperosok. Apalagi kalau bukan fintech pembiayaan wisata dan umrah.

Kalau boleh dibilang, fintech ini adalah yang pertama jatuh dan yang terakhir akan bangkit. Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI) memastikan ada penurunan drastis, terutama untuk peminjaman dana umrah. Penurunan ini buntut kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang sejak akhir bulan lalu menutup perjalanan umrah ke Mekah dan Madinah.

Di sektor wisata, jangan ditanya. Bali sepi. Sejumlah destinasi, termasuk destinasi prioritas, juga sepi. Imbasnya, penjualan tiket pesawat anjlok drastis. Apalagi untuk rute mancanegara, tidak ada penerbangan karena sebagian menutup bandara di luar negeri ditutup.

Fintech-fintech pendanaan wisata dan umrah, yang sebelum corona melanda mengalami pertumbuhan pesat, kini harus mengencangkan ikat pinggang. Kebijakan kerja dari rumah juga tidak membuat geliat berarti bagi bisnis tersebut.

Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (AFPI)/Dok. AFPI

Sekedar informasi, penyaluran pinjaman dari 25 fintech berizin yang dinaungi OJK telah mencapai angka Rp81,5 triliun pada akhir 2019. Kalaupun hingga akhir tahun ini wabah corona mereda dan keadaan membaik, fintech pembiayaan tidak akan pulih seperti sedia kala. Setengahnya pun sulit.



Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Virus Corona Bikin Fintech Pembiayaan Umrah dan Wisata Lesu" , https://katadata.co.id/berita/2020/03/13/virus-corona-bikin-fintech-pembiayaan-umrah-dan-wisata-lesu
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan
Editor: Ameidyo Daud


Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Cegah Corona, Pegawai Gojek, Grab, OVO & Tokopedia Juga Kerja di Rumah" , https://katadata.co.id/berita/2020/03/16/cegah-corona-pegawai-gojek-grab-ovo-tokopedia-juga-kerja-di-rumah
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan,Desy Setyowati
Editor: Desy Setyowati


Artikel ini telah tayang di Katadata.co.id dengan judul "Cegah Corona, Pegawai Gojek, Grab, OVO & Tokopedia Juga Kerja di Rumah" , https://katadata.co.id/berita/2020/03/16/cegah-corona-pegawai-gojek-grab-ovo-tokopedia-juga-kerja-di-rumah
Penulis: Fahmi Ahmad Burhan,Desy Setyowati
Editor: Desy Setyowati

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

2 Komentar

  • test filter: kontol

    test filter: memek

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu