News

Pandu Riono Soal Vaksin Merah Putih: Masih Jauh, Belum Tentu Jadi, Masih Bibit

Pandu Riono pesimis dengan rencana pemerintah memproduksi vaksin merah putih.


Pandu Riono Soal Vaksin Merah Putih: Masih Jauh, Belum Tentu Jadi, Masih Bibit
Petugas medis menyuntik pasien saat simulasi pemberian vaksin COVID-19 di Kecamatan Tapos, Depok, Jawa Barat, Kamis (22/10/2020). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono pesimis dengan rencana pemerintah memproduksi vaksin merah putih. Vaksin yang dikembangkan Kementerian Riset dan Tekhnologi (Ristek) itu dianggap masih sangat lama. Pasalnya hingga kini vaksin itu belum ada titik terang.

"Masih lama. Belum tentu jadi. Baru bibit. Belum ada titik terang. Masih jauh. Kemampuan kita masih terlalu jauh," kata Pandu kepada wartawan, Kamis (29/10/2020).

Dia mengatakan, rencana itu disambut baik masyarakat karena pemerintah seringkali menciptakan opini seolah-olah pengembangan vaksin itu sangat dibutuhkan. Padahal, belum ada bukti langkah-langkah kongkret pemerintah.

"Tapi lebih sering dimitoskan. Supaya ada tumbuh rasa nasionalisme. Kalau saya realistis. Kalau ada vaksin yang bagus dari luar, boleh saja. Tapi benar-benar terbukti secara saintifik," katanya.

Sebagai epidemiolog, dia mengaku takut dengan vaksin yang akan diberikan pemerintah. Alasannya, vaksin tersebut belum teruji. Baik keamanan dan efektivitasnya belum teruji. Karenanya, dia khawatir vaksinasi justru membahayakan masyarakat.

"Saya takut kalau di vaksin pakai emergensi autorisasi. Karena aman nggak, nggak tau. Virus loh yang dimasukin. Walaupun udah mati. Kedua, efektif nggak. Kalau udah disuntik vaksin terus tidak lagi terapkan Prokes, nggak pakai masker, terus terinfeksi," ungkapnya.

Dia menambahkan, meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi penentu program vaksinasi, masalahnya hingga kini BPOM juga belum memegang data soal keberhasilan program vaksinasi di seluruh dunia.

"Kalau mereka (BPOM) menilai pakai data yang belum lengkap, bisa kacau. Apalagi kalau datanya parsial," tuturnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co