Olahraga

Pandemi, Paulus Firman Harus Natal di Kuala Lumpur

Pandemi, Paulus Firman Harus Natal di Kuala Lumpur
Pelatih asal Indonesia, Paulus Firman, sukses membawa pasangan ganda putra asal Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, menembus sepuluh besar dunia. (NEW STRAIT TIMES)

AKURAT.CO, Tahun ini, pelatih ganda campuran Pelatihan Nasional Bulutangkis Malaysia, Paulus Firman, harus menahan diri untuk tak merayakan Natal bersama keluarga secara penuh di Jakarta. Pelatih asal Indonesia tersebut harus bertahan di Kuala Lumpur, Malaysia, karena kondisi pandemi virus corona (COVID-19).

Selain itu, Paulus sedang dalam kondisi fokus untuk mempersiapkan pemainnya bertanding di turnamen pembuka musim di Bangkok, Thailand, Januari mendatang. Selain itu, kembali ke Jakarta juga akan menyulitkan karena ada kewajiban untuk melakukan karantina selama 14 hari.

“Tentu saja, saya sedih, tapi inilah kehidupan sebagai seorang pelatih. Terkadang kita harus melakukan pengorbanan,” kata Paulus sebagaimana dipetik dari New Strait Times.

baca juga:

Meski demikian, Paulus tidak terlalu kesepian karena Natal di Kuala Lumpur ia ditemani putri tertuanya, Nathania Teshia. Kebetulan, Nathania sedang menempuh pendidikan tinggi di Kuala Lumpur.

“Ini bukan karena kami tidak ingin kembali ke Indonesia, tetapi karena situasinya,” ucap Paulus.

“Terlalu repot harus melewati imigrasi dan kemudian karantina 14 hari terlalu lama. Dan yang paling penting, (turnamen) bulutangkis internasional dimulai lagi dengan World Tour leg Asia bulan depan. Saya sudah harus berada di sini (Kuala Lumpur) lagi.”

Kiprah Paulus bersama Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) dimulai pada 2013 namun ketika itu ia hanya bertahan sepuluh bulan. Dari Malaysia, Paulus hijrah ke Filipina untuk menjadi pelatih kepala di negara tersebut.

Malaysia kembali mengontak Paulus pada 2018 menjelang persiapan Piala Thomas dan Uber yang kala itu digelar di Bangkok, Thailand. Selama dua tahun, Paulus dipercaya untuk menangani sektor ganda putra.

Awal tahun ini, BAM melakukan restrukturisasi dan memindahkan Paulus ke sektor ganda campuran. Adapun nomor ganda putra diserahkan kepada pelatih Indonesia lainnya yang baru direkrut awal tahun ini, Flandy Limpele.

Paulus, dan juga Flandy, adalah dua dari empat pelatih Indonesia yang bekerja di BAM saat ini. Selain Paulus dan Flandy, ada Hendrawan di sektor tunggal putra dan Indra Widjaja untuk tunggal putri.

Selain mempersiapkan pemain bertanding di tiga turnamen elite di Bangkok, Januari nanti, para pelatih tersebut juga bertugas meloloskan para pebulutangkis Malaysia ke Olimpiade Tokyo 2020.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu