Lifestyle

Pandemi dan Geliat Kopi Lokal

Warkop Cak Ri yang telah memanjakan para penikmat kopi sejak 1989


Pandemi dan Geliat Kopi Lokal
Ilustrasi mengopi di warkop (Dok. Kopi CR1)

AKURAT.CO, Pandemi yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh bulan ini membuat sektor UMKM harus memutar otak untuk bertahan. Termasuk sektor kopi lokal, dimana di dalamnya terdapat produsen dan warung kopi yang juga sangat terdampak.

Salah satu cara ampuh untuk mengakali pandemi ini adalah dengan mengaktifkan aktifitas digital marketing, seperti yang dilakukan oleh Kopi CR1, salah satu brand kopi asal Gresik yang cukup dikenal di kalangan pecinta kopi. Karena Gresik tak hanya tentang nasi krawu ataupun bandeng yang selama ini menjadi oleh-oleh khas kota tersebut. Kopi bubuk khas Gresik juga cukup dikenal dan banyak diburu masyarakat sebagai alternatif oleh-oleh, terutama bagi pecinta kopi.

Semua bermula berkat budaya ngopi yang melekat kuat di setiap aktivitas warganya. Hampir di seluruh sudut kota, kamu dapat menemui sejumlah orang asyik bercengkerama sembari menikmati kopi di warung kopi. Itu sebabnya, selain sebutan Kota Pudak, kota ini juga dikenal dengan Kota Seribu Warung Kopi, selain Aceh, Bangka Belitung, dan beberapa daerah lain yang memiliki image yang sama.

Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Gresik mencatat, pada 2017 lalu, ada 4.700 warkop yang tersebar di seluruh Gresik. Rata-rata mereka bisa mengantongi omzet bahkan hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Menggiurnya prospek warkop lambat laun berpengaruh pada sektor UMKM.

Sejak beberapa tahun terakhir, muncul sejumlah kopi bubuk lokal Gresik yang beredar dalam kemasan. Masing- masing hadir dengan keunikan rasa dan ciri khas masing-masing. Salah satu pemain besarnya adalah Kopi CR1. Kopi ini dibuat oleh Choiri, pemilik warkop Cak Ri yang telah memanjakan para penikmat kopi sejak 1989.

Dengan puluhan tahun pengalaman, Cak Ri akhirnya meluncurkan sendiri kopi bubuk racikannya pada 2010 dengan memakai merek CR1. Robusta menjadi pilihan Cak Ri untuk bahan utama kopinya. Jenis kopi ini dipakai karena dianggap cocok dengan lidah orang Indonesia, terutama orang Jawa.

Artinya, robusta mudah diterima semua kalangan, baik pecinta kopi sejati atau peminum kopi selingan. Dengan berkomitmen terhadap cita rasa, Kopi CR1 dibuat tanpa menggunakan bahan campuran, atau bisa dibilang 100% murni biji kopi. Semua proses, mulai pemilihan biji kopi hingga pengepakan dilakukan secara profesional dan higienis. Semua demi konsistensi dalam rasa.

Komitmen tersebut berbuah hasil. Kopi CR1 mulai banyak diterima oleh masyarakat. Tak hanya diburu warga Gresik, namun juga dari luar kota. Hingga kini, Kopi CR1 telah dikirim ke banyak kota di seluruh pelosok Indonesia.

Tapi tentu, bukan bisnis namanya jika tanpa rintang. Masa pandemi yang mulai masuk Indonesia sejak akhir Februari lalu cukup memukul pelaku UMKM, termasuk kopi CR1.