Olahraga

Pandemi COVID-19 Telah Merusak Perekonomian Persija


Pandemi COVID-19 Telah Merusak Perekonomian Persija
Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca (tengah), dalam konferensi pers menjelang peluncuran timnya untuk musim Liga 1 Indonesia 2020. (AKURAT.CO/Ramadhan LQ)

AKURAT.CO, Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca berbicara soal situasi yang dialami oleh klub sekarang. Dia tak memungkiri bahwa pandemi COVID-19 telah merusak perekonomian Persija.

"Sebenarnya tidak ada masalah. Tidak ada satu kendala, apabila pandemi ini tidak datang. Tapi pandemi ini datang, semua seperti restart," buka Prapanca dalam wawancaranya di acara Bung's Corner, milik kanal Youtube Persija.

"Karena apa? Teknik konvesional ini tidak ada yang jalan. Orang A, B, C, D bisa ngomong, tapi kami yang menjalankan di dalam, dengan segala kemampuan kami," sambung sosok kacamata yang akrab dipanggil Panca ini.

Prapanca menambahkan contohnya sponsor, manajemen Persija harus negosiasi ulang. Sedangkan pendapatan dari tiket, semua hilang karena tidak adanya pertandingan.

"Padahal itu 30 persen pendapatan kami. Yang semua orang harus tahu, 40 sampai 50 persen pendapatan kami itu dari sponsor, 30 sampai 40 persen dari tiket, merchandise itu kecil sekali, 15 persen," lanjut Panca, sebagaimana diberitakan Goal.

Oleh karena itu, kondisi pandemi begini membuat manajemen Macan Kemayoran -julukan Persija- terpaksa untuk melakukan negosiasi ulang ke berbagai pihak.

"Persen lainnya itu premium branding, yang di Indonesia belum terbiasa. Terbayang tidak dengan skuat yang dream team yang kami bangun, tiba-tiba covid, tiba-tiba semua harus turun," kata Panca.

"Apa yang harus kami pertimbangkan? Inilah yang kami lakukan, renegosiasi dengan standar federasi, tentunya tidak asal-asalan. Kalau tidak semua klub bangkrut hari ini, kami berusaha bertahan."[]