News

Pandemi COVID-19 Semakin Mengerikan, DKI Jakarta Kini Masuk Zona Merah

Wagub DKI mengaku ledakan COVID-19 saat ini membuat Jakarta masuk zona merah corona.


Pandemi COVID-19 Semakin Mengerikan, DKI Jakarta Kini Masuk Zona Merah
Petugas (kanan) memberikan imbauan kepada warga yang tinggal di zona merah COVID-19 RT 006 RW 01, Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta, Selasa (22/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Wilayah DKI Jakarta kembali masuk zona merah COVID-19 setelah penularan wabah mematikan itu kembali meroket dalam beberapa pekan belakangan dengan  jumlah kasus harian  mengkhawatirkan yakni berkisar dari 3.000 hingga 5.000 kasus per hari.

Status zona merah pernah juga disandang DKI pada ledakan corona gelombang pertama pada 2020 lalu.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, akibat lonjakan itu Ibu Kota kini berada dalam status zona merah corona, sebelumnya berstatus oranye sebab sebagian besar wilayah di Jakarta ada di zona kuning dan oranye sedangkan wialyah zona merah di DKI dua pekan lalu hanya ada di dua Kelurahan yakni Kelurahan Palmerah, Jakarta Barat dan Kelurahan Rawasari, Jakarta Pusat.

"DKI masuk zona merah," kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat Kamis (24/6/2021).

Karena Jakarta masuk zona merah, kata Ariza, pihaknya kemudian melakukan pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro, dimana seluruh tempat wisata di DKI di tutup, tempat ibadah juga ditutup, kemudian pembatasan di pusat perbelanjaan dan perkantoran, dengan pengetatan tersebut dia berharap penularan wabah ini segera tertangani dengan baik.   

"Untuk itulah sebabnya kami memberlakukan pengetatan PPKM Mikro mengikuti keputusan kebijakan satgas pemerintah pusat seperti yang diumumkan oleh Pak Menko Airlangga Hartanto," ucapnya.

Ledakan kasus COVID-19 kali ini membuat 140 rumah sakit rujukan di DKI nyaris penuh, hingga hari ini fasilitas kesehatan yang sudah terisi sudah mencapai 90 persen sedangkan di ICU sudah 86 persen,

"Ketersediaan tempat tidur memang ada peningkatan sampai 90 persen yang terpakai, ICU 86 ini sudah di atas rata-rata," ujarnya.

Ariza mengaku, saat ini pihaknya sedang menyiapkan sejumlah fasilitas milik Pemerintah Provinsi DKI untuk dijadikan tempat isolasi bagi pasien tanpa gejala dan bergejala ringan agar rumah sakit bisa difokuskan buat pasien bergejala berat, tempat alternatif ini terdiri dari wisma, gedung sekolah, hingga Gelanggang Olahraga Remaja.

"Kita sudah siapkan kurang lebih griya, wisma, rusun, kemarin sudah ditinjau oleh Kemenkes, Panglima dan Kapolri dan juga GOR. Tidak kurang dari 9.084 bed yang kami siapkan bagi kepentingan isolasi mandiri," tandasnya.[]