News

Pandemi COVID-19, DPR Dukung Pemulangan WNI dari Luar Negeri Secara Mandiri


Pandemi COVID-19, DPR Dukung Pemulangan WNI dari Luar Negeri Secara Mandiri
Sejumlah WNI Anak Buah Kapal (ABK) World Dream saat tiba di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), kawasan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). Sebanyak 188 Warga Negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) World Dream dibawa ke Kolinlamil Tanjung Priok sebelum nantinya dikembalikan ke rumah masing-masing setelah menjalani masa observasi selama dua minggu di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Mereka yang dipulangkan ini telah dipastikan negatif dari virus corona setelah menjalani (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha menyetujui kebijakan pemulangan warga negara Indonesia (WNI) dari luar negeri secara mandiri di tengah pandemi COVID-19 atau virus corona ini.

Menurut dia, ada tiga kluster besar penanganan WNI di luar negeri di tengah pademi Covid-19 yang sedang dihadapi. Pertama, keberadaan dan kepulangan WNI di Malaysia. Kedua, kembalinya anak buah kapal (ABK) WNI dari seluruh dunia. 

"Ketiga, jamaah tabligh kita di India, di mana saat ini ada sekitar 62 kelompok jamaah tabligh asal Indonesia yang terjebak di India, mereka perlu didata dan diinformasikan keberadannya kepada keluarganya di Indonesia," kata Syaifullah kepada awak media, Rabu (8/4/2020).

Ia juga mengatakan adanya juga WNI yang sedang melakukan perjalanan di luar negeri. Ketika lockdown, mereka tidak bisa pulang. Karena itu. Untuk itu, dia  meminta semua Kedutaan Besar RI (KBRI) maupun Konsulat Jenderal RI (KJRI) di semua negara bisa menampung warga Indonesia yang sedang melakukan perjalanan itu, di samping pelajar dan mahasiswa. 

"Para WNI bisa mendatangi KBRI maupun KJRI yang ada di berbagai negara untuk mendapatkan batuan pemerintah. Kemenlu sudah menyiapkan dana sebesar Rp100 miliar untuk bisa dipergunakan memenuhi kebutuhan WNI di luar negeri yang mengalami persedian makanan terbatas," jelas dia.

Terakhir, kata Syaifullah, KBRI dan KJRI juga harus melindungi WNI dari potensi rasisme di Eropa dan Amerika, di mana telah muncul fenomena rasisme terhadap orang-orang yang berwajah Asia.[]