Ekonomi

Pandemi COVID-19 Bikin Kekayaan Juragan Teknologi Dunia Kian Meroket


Pandemi COVID-19 Bikin Kekayaan Juragan Teknologi Dunia Kian Meroket
CEO Tesla Elon Musk saat memperkenalkan mobil pikap listrik pertama milik Tesla, Cybertruck di Tesla Design Studio, Hawthorne, California, Kamis (21/11/2019). Elon Musk mengklaim mobil tersebut tahan terhadap peluru dengan jenis kaliber 9mm berkat teknologi yang ia sebut 'Tesla Armor Glass'. Namun dalam debut mobil tersebut, kaca Cybertruck retak karena lemparan bola logam. (Handout via REUTERS/Robert Hanashiro-USA TODA)

AKURAT.CO Di saat banyak orang yang di-PHK dan berbagai perusahaan harus gulung tikar, namun bos berbagai perusahaan raksasa teknologi dunia malah menikmati keuntungan lantaran melonjaknya aktivitas online.

Dalam indeks Bloomberg, kekayaan kolektif para bos perusahaan teknologi naik hampir dua kali lipat sejak 2016, dari US$751 miliar menjadi US$1,4 triliun per Juli lalu. Angka tersebut lebih cepat daripada di setiap sektor lainnya.

Bloomberg mencatat tujuh dari 10 orang terkaya di dunia berasal dari sektor teknologi, dengan kekayaan bersih gabungan US$666 miliar atau naik US$147 miliar tahun ini. Dari 10 besar, hanya miliarder non-teknologi yang berkurang kekayaannya yakni Bernard Arnault dan Warren Buffett dari Berkshire Hathaway.

Sejauh ini orang yang kekayaannya bertambah drastis adalah Elon Musk. Kekayaannya naik lebih dari dua kali lipat menjadi US$69,7 miliar atau Rp1.024 triliun (mengacu kurs Rp14.700 per dolas AS) di balik melonjaknya saham Tesla.

Orang terkaya di dunia, pendiri Amazon Jeff Bezos, menjadi lebih kaya dengan US$63,6 miliar atau Rp935 triliun dengan kekayaannya telah melebihi US$200 miliar.

Sementara itu, Chief Executive Officer lainnya, Mark Zuckerberg dari Facebook, menikmati lonjakan kekayaan bersih senilai US$9,1 miliar atau Rp133 triliun.

"Dari yang hanya bisnis tambang dan alam kini berubah jadi teknologi online," kata seorang profesor keuangan di Fakultas Bisnis Universitas Booth, Luigi Zingales dilansir dari laman Russia Today, Minggu (2/8/2020).

Luigi mengatakan, saat ini saja statistik menunjukkan bahwa lima perusahaan teknologi AS terbesar (Apple, Amazon, Alphabet, Facebook, dan Microsoft) memiliki valuasi pasar yang setara dengan sekitar 30 persen dari produk domestik bruto AS, saat ini. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu