Rahmah

Pandangan Islam terhadap Video TikTokers Berhijab Pamer Payudara

Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan video  TikTokers berhijab yang manjadi sorotan publik usai konten-kontennya dinilai vulgar.


Pandangan Islam terhadap Video TikTokers Berhijab Pamer Payudara
Ilustrasi Pornografi (THEDAILYBEAST)

AKURAT.CO Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan video  TikTokers berhijab yang manjadi sorotan publik usai konten-kontennya dinilai vulgar karena memamerkan payudara. Video tersebut sontak mendapat kecaman dari beberapa pihak.

Begitu juga dengan warganet yang mempersoalkan sejumlah konten video yang menampilkan wanita berhijab. Karenanya, wanita tersebut memperlihatkan bagian dadanya yang terbuka.

Lalu bagaimana agama Islam memandang hal tersebut?

baca juga:

Seperti diketahui, agama Islam mengajarkan umatnya untuk menaati semua peraturan yang telah dianjurkan. Seperti adab berpakaian yang merupakan salah satu cerminan akhlak dari seseorang Muslim.

Keharusan menaati adab berpakaian ini tertuang dalam Al-Qur'an Surah Al-A’raaf ayat 26:

يٰبَنِىۡۤ اٰدَمَ قَدۡ اَنۡزَلۡنَا عَلَيۡكُمۡ لِبَاسًا يُّوَارِىۡ سَوۡاٰتِكُمۡ وَرِيۡشًا‌ ؕ وَلِبَاسُ التَّقۡوٰى ۙ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ‌ ؕ ذٰ لِكَ مِنۡ اٰيٰتِ اللّٰهِ لَعَلَّهُمۡ يَذَّكَّرُوۡنَ

Yaa Baniii Aadama qad anzalnaa 'alaikum libaasany yuwaarii saw aatikum wa riishanw wa libaasut taqwaa zaalika khair; zaalika min Aayaatil laahi la'allahum yaz zakkaruun

Artinya: "Wahai anak cucu Adam! Sesungguhnya Kami telah menyediakan pakaian untuk menutupi auratmu dan untuk perhiasan bagimu. Tetapi pakaian takwa, itulah yang lebih baik. Demikianlah sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka ingat,"

Redaksi "menutup aurat" dalam ayat di atas dapat diartikan sebagai bagian dari tubuh manusia yang wajib ditutupi dari pandangan orang lain dengan pakaian. Sehingga bagi mereka yang menampakkan aurat, maka dianggap melanggar syariat dan dihukumi sebagai perbuatan dosa besar.

Karena itu, Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an Al-Ahzab Ayat 32 yang berbunyi:

يٰنِسَآءَ النَّبِىِّ لَسۡتُنَّ كَاَحَدٍ مِّنَ النِّسَآءِ اِنِ اتَّقَيۡتُنَّ فَلَا تَخۡضَعۡنَ بِالۡقَوۡلِ فَيَـطۡمَعَ الَّذِىۡ فِىۡ قَلۡبِهٖ مَرَضٌ وَّقُلۡنَ قَوۡلًا مَّعۡرُوۡفًا

Yaa nisaaa'an Nabiyyi lastunna ka ahadim minan nisaaa'i init taqaitunna falaa takhda'na bilqawli fa yatma'al lazii fii qalbihii maradunw wa qulna qawlam ma'ruufaa

Artinya: "Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik,".

Kesimpulannya, bagi seorang wanita (apalagi) dengan sengaja memamerkan bentuk tubuhnya yang bukan aurat, maka dia termasuk berdosa. Hal tersebut dikarenakan dapat menimbulkan syahwat bagi seseorang yang melihat.

Demikian jawaban singkat dari kami. Semoga kita selalu diberikan keberkahan untuk senantiasa melakukan hal-hal yang dianjurkan oleh agama. Wallahu A'lam Bishawab. []