Ekonomi

Pancing Kelas Menengah Atas, Pengamat Minta PPnBM Kendaraan Bermotor Diperluas

Agar target PPnBM kendaraan bermotor kedepannya diperluas kembali termasuk target KPR DP 0 persen


Pancing Kelas Menengah Atas, Pengamat Minta PPnBM Kendaraan Bermotor Diperluas
Ekonom dan Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah dalam Webinar Akurat.co bertemakan 'Relaksasi DP 0 Persen Sebagai Senjata Utama Peningkatan Kredit', di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

AKURAT.CO Ekonom dan Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengusulkan agar target PPnBM kendaraan bermotor kedepannya diperluas kembali termasuk target KPR DP 0 persen.

" Kebijakan DP 0 persen serta PPnBM ini faktanya memang mampu mendorong daya beli masyarakat, apabila dilakukan untuk jangka waktu yang panjang, mengapa harus dalam jangka panjang? agar supaya kebijakan ini bisa menjadi pemanfaatan momentum atau batu pijakan daya beli masyarakat ketika pandemi ini berakhir," tuturnya dalam Webinar Akurat.co, bertemakan 'Relaksasi DP 0 Persen Sebagai Senjata Utama Peningkatan Kredit', di Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Bahkan beberapa waktu lalu, pihaknya mengusulkan supaya target untuk pelonggaran PPnBM kendaraan bermotor bisa diperluas untuk kendaraan-kendaraan yang tidak hanya berkapasitas 1500cc ke bawah saja, melainkan juga untuk kendaraan yang memiliki kapasitas cc lebih besar atau kendaraan yang termasuk ke dalam golongan mewah.

baca juga:

"Mengapa diusulkan begitu? karena dengan adanya perluasan tersebut tentu saja akan lebih memancing konsumsi para kelompok menengah atas, hal tersebut juga berlaku kepada kredit properti. Kenapa tidak diperluas juga kepada kategori rumah mewah yang mungkin akan lebih menarik lagi mereka para kelompok menengah atas," ucapnya.

Sebagai informasi, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan kemungkinan diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) untuk mobil 1.500 hingga 2.500 cc bisa mulai berlaku pada April 2021. 

“Kami sedang proses finalisasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK)-nya yang nanti bisa berlaku mulai April terutama untuk yang di atas 1.500 hingga 2.500 cc akan diumumkan begitu selesai PMK-nya,” kata Menkeu saat Konferensi Pers Realisasi APBN 2021 Periode Februari, Rabu (23/3).

Sebelumnya Menkeu Sri Mulyani menyampaikan usulan tersebut hanya akan berlaku untuk mobil dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 70%. Kurang dari itu, tarif PPnBM berlaku normal sebesar 10%-30% tergantung tipe mobil 2.500 cc.

Kata Menkeu aturan perluasan diskon tersebut diberikan atas dasar arahan Presiden Joko Widodo. Harapannya, industri otomotif dan turunannya bisa lebih cepat mengalami pemulihan usai terpukul cukup parah akibat pandemi Covid-19.

Lebih lanjut, Menkeu menyampaikan ekstra insentif tersebut dilatarbelakangi karena industri kendaraan bermotor dan turunannya merupakan salah satu industri yang terpukul dalam selama pandemi covid-19.

“Karena kita tidak boleh melakukan mobilitas terlihat pukulan sangat dalam dari sektor manufaktur otomotif dan terlihat baik alat angkut dan perdagangan kendaraan bermotor yang menyerap 2% tenaga kerja kita dengan tingkat upah yang relatif cukup baik, dia kemudian akan sangat terpengaruh,” ujar Menkeu beberapa waktu lalu.[]

Andi Syafriadi

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first