Rahmah

Pancasila Bukan Ideologi Kafir, Kelima Silanya Justru Diafirmasi Al-Quran

Pancasila Bukan Ideologi Kafir, Kelima Silanya Justru Diafirmasi Al-Quran
Al-Quran (pinterest.com)

AKURAT.CO Peristiwa terorisme di Indonesia seringkali mengklaim bahwa idelogi negara yaitu Pancasila sebagai ideologi kafir, karena tidak disebut dalam teks suci agama Islam.

Klaim di atas tidak benar. Sebab pada faktanya, nilai-nilai Pancasila amat relevan dengan nilai-nilai Islam. Bahkan, kelima sila Pancasila ini diafirmasi oleh ayat-ayat Al-Qur'an, berikut penjelasannya;

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

baca juga:

Sila pertama ini merupakan pelindung kokoh bagi mereka yang terburu-buru menerapkan ideologi syariat Islam di Indonesia. Konsep ke-Tuhan-an Yang Maha Esa merupakan inti dari setiap kehidupan manusia, mentauhidkan Tuhan. Penggunaan sila pertama ini pun mampu merangkul semua agama yang ada di dalam Indonesia, mengingat bahwa kemerdekaan Indonesia adalah anugerah dari Tuhan untuk Indonesia yang berbeda-beda keyakinan, selain juga agar tidak menimbulkan diskriminasi pemeluk agama lain. Sila pertama ini erat sekali dengan firman Allah QS. Al-Baqarah [2]: 163 yang artinya: Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Sila kedua ini mengajarkan manusia untuk saling berbuat adil dan sopan santun. Jika sila pertama berkaitan dengan relasi manusia dengan Tuhannya, maka sila kedua ini berkaitan dengan relasi antar sesama manusia. Ini selaras dengan al-QS. Al-Mā’idah [5]: 8 yang artinya: Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmuterhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Sila ketiga ialah Persatuan Indonesia.

Sila ketiga ini mengisyaratkan pentingnya persatuan dalam bingkai perbedaan suku, budaya dan agama di Indonesia. Dalam Islam konsep persatuan dinamakan dengan Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama orang Islam) dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan sesama manusia). Sila ketiga ini sejalan dengan QS. Al-Ḥujurāt [49]: 10 yang artinya: Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.

Sila keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan.