News

PAN: Proporsional Tertutup Hambat 30 Persen Keterwakilan Perempuan Di Parlemen

PAN: Proporsional Tertutup Hambat 30 Persen Keterwakilan Perempuan Di Parlemen
Sekjen PAN, Eddy Soeparno, saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (3/8) (AKURAT.CO/Bayu Primanda)

AKURAT.CO Partai Amanat Nasional (PAN) tak setuju dengan sistem proporsional tertutup karena semakin membatasi ruang untuk caleg perempuan terpilih dalam pemilu. Sistem ini jika dipaksakan berlaku menjadi kemunduran demokrasi. 

"Sistem proporsional tertutup justru akan menghambat upaya menambah keterwakilan perempuan 30 persen di legislatif. Upaya affirmative action jadi sia-sia dan demokrasi hanya dimaknai prosedural tapi kehilangan substansinya," kata Sekjen PAN, Eddy Soeparno dalam keterangannya, Jumat (13/1/2023).

Meski di sisi lain, Eddy mendukung penuh upaya perbaikan dan sistem manajemen pemilu sebagai upaya memperbaiki demokrasi. Hanya saja, dengan catatan caranya harus terukur dan terarah. 

baca juga:

"Sistem proporsional terbuka atau tertutup keduanya memiliki celah politik uang. Karena itu kuncinya adalah penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu dan bukan mengubah sistem pemilu," ujar wakil ketua Komisi VI tersebut.

PAN, kata dia, meyakini sistem proporsional terbuka adalah langkah maju dalam meningkatkan kualitas demokrasi Indonesia

"Sistem proporsional terbuka memastikan masyarakat terlibat langsung secara dekat dengan calegnya. Hubungannya menjadi lebih personal dan tidak dibatasi oleh struktur dan kelembagaan partai. Tidak ada ruang gelap antara caleg dan pemilih," tutup dia. []