News

PAN: Pemisahan BRIN-Kemenristek Jadi Tuntutan dari Kebutuhan

PAN: Pemisahan BRIN-Kemenristek Jadi Tuntutan dari Kebutuhan


PAN: Pemisahan BRIN-Kemenristek Jadi Tuntutan dari Kebutuhan
Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eddy Soeparno (DPR RI)

AKURAT.CO, Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menegaskan bahwa sejak awal, partainya mendukung segala kebijakan pemerintah, termasuk rencana pemisahan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek). 

"Posisi PAN sejak awal kita udah mengatakan PAN itu mendukung semua kebijakan-kebijakan pemerintah, meskipun kita akan selalu bersuara jernih, akan memberikan masukan yang sifatnya korektif," jelas Eddy kepada wartawan, Kamis (15/4/2021). 

"Kita memberikan masukan yang sifatnya konstruktif, dan apa yang disampaikan oleh PAN itu tentu untuk kepentingan bersama yang positif," sambungnya. 

Eddy menuturkan, perubahan nomenklaturnya sudah menjadi suatu tuntutan dari kebutuhan yang ada saat ini. Sehingga menurutnya, memang dirasakan bahwa BRIN itu harus berdiri sendiri. 

Selain itu, Eddy juga meluruskan jika pemerintah tidak meminta persetujuan DPR untuk menambah satu pos kementerian baru, Kementerian Investasi. Dia menerangkan, surat ke DPR tentang perubahan nomenklatur hanya bersifat meminta pertimbangan. 

"Karena berdasarkan uu klo gak salah UU no 39 tahun 2008 pasal 11 tentang kementrian negara itu presiden punya kewenangan penuh untuk mengatur kementerian dan nomenklatur kementerian," terangnya. 

Oleh karena itu, Eddy menilai, pemerintah telah menjalankan etika politik yang baik. PAN pun enggan memusingkan soal perubahan nomenklatur dan perombakan (reshuffle) kabinet. Baginya, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presifen Joko Widodo (Jokowi). 

"Terserah. Itu kan prerogratif presiden. Siapa pun ditempatkan, di situ figurnya," pungkasnya.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu