News

PAN Merapat ke Istana, Kapan Reshuffle? Ini Jawaban Stafsus Mensesneg!

Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini memastikan belum ada informasi lebih lanjut terkait reshuffle kabinet setelah Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung.


PAN Merapat ke Istana, Kapan Reshuffle? Ini Jawaban Stafsus Mensesneg!
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pidatonya dalam sidang kabinet paripurna perdana yang dihadiri suluruh menteri dan pejabat setingkat menteri di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019). Dalam sidang kabinet Indonesia Maju ini, Presiden Jokowi berpesan agar para menteri untuk menjalankan visi misi presiden dan wakil presiden. Menurutnya, tidak ada visi misi menteri, melainkan hanya visi misi presiden dan wakil presiden. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini memastikan belum ada informasi lebih lanjut terkait reshuffle kabinet setelah Partai Amanat Nasional (PAN) bergabung dalam koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Faldo mengatakan, prinsipnya semua tergantung dengan kebutuhan dan penilaian Presiden Jokowi.

"Soal reshuffle, ya itu belum ada kabar, masih spekulatif. Belum ada informasi," kata Faldo saat dihubungi AKURAT.CO, Jakarta, Minggu (29/8/2021).

Faldo mengklaim, saat ini tim menteri Kabinet Indonesia Maju sudah bekerja dengan optimal. Menurutnya, soliditas ini akan menjadi modal berharga untuk lewati dan bangkit dari situasi pandemi Covid-19.

"Tim pemerintah hari ini sudah bekerja dengan sangat baik. Tren kasus Covid-19 sudah membaik, walaupun kita akan terus waspada dan bersiap. Ini yang jadi prioritas," ujarnya.

Sebelumnya, Pengamat Politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin memprediksi bergabungnya PAN dari bagian partai koalisi pemerintahan Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin akan mendapat satu kursi menteri kabinet.

"Kita lihat aja ke depan, jika ada reshuffle itu artinya ada akomodasi terhadap PAN. Artinya akan ada kader PAN yang jadi menteri. Paling-paling satu menteri dan itu pun akan menggeser menteri dari non-parpol," ujar Ujang saat dihubungi AKURAT.CO, Jumat (27/8/2021).

Ujang menilai, dalam pandangan politik, masuknya PAN ke koalisi Presiden Jokowi merupakan hal biasa. Semua berbalut kepentingan pragmatis saja.

"Tak ada makan siang yang gratis. Tak ada koalisi yang tulus. Semua berbalut kepentingan dan saling dukung," ungkapnya.