News

PAN Dorong Pelaporan Radikal Din Syamsuddin Segera Dicabut

Saleh Partaonan Daulay menyayangkan tuduhan terhadap Din Syamsuddin yang disebut sebagai seorang yang radikal


PAN Dorong Pelaporan Radikal Din Syamsuddin Segera Dicabut
Presidium KAMI Din Syamsuddin di Gedung PHDI, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Jumat (4/9/2020). (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mendorong agar pelaporan dan labelisasi radikal kepada Din Syamsuddin segera dicabut. 

"Banyak orang yang tersinggung. Tidak hanya Pak Din, tetapi juga banyak kalangan dari berbagai latar belakang. Lebih baik kita fokus merajut kohesivitas dalam menangani pandemi ini. Kita hindari segala hal yang memancing kegaduhan," ungkap Saleh kepada wartawan, Senin (15/2/2021).

Dia menyayangkan tuduhan terhadap Din Syamsuddin yang disebut sebagai seorang yang radikal. Pasalnya, makna radikal itu sendiri sebetulnya belum dipahami secara utuh oleh mereka yang melabeli itu.

baca juga:

"Istilah radikal tidak selamanya buruk. Namun, ketika diaporkan ke KASN berarti makna radikal itu sendiri menjadi jelek dan buruk," katanya.

Menurut Saleh, Din Syamsuddin itu menggelar dialog interfaith, dialog antaragama, serta dialog antarperadaban. Selain itu, lanjut Saleh, Din Syamsuddin terkenal selalu mengikut di dalam organisasi-organisasi interfaith, bukan hanya di Indonesia, tetapi dunia internasional.

"Karena itu, kita merasa bahwa tuduhan itu menyakiti salah seorang tokoh besar Indonesia yang selama ini dikenal sebagai orang yang memberikan keteduhan dan membangun dialog lintas agama, lintas peradaban, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional," tegasnya.

"Bahkan, beliau itu pernah juga bicara di PBB, terkait dengan bagaimana Indonesia bisa membangun hubungan yang sangat harmonis, kemudian meningkatkan kohesivitas sosial yang didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945," sambungnya. 

Di sisi lain, Saleh menyinggung terkait pernyataan Presiden (Jokowi) yang sudah menyatakan tidak mempermasalahkan jika ada beberapa masyarakat yang ingin menyuarakan pendapatnya. 

Dia mengungkapkan bahwa, masih banyak pendukung Din Syamsuddin di ITB itu sendiri, mulai alumni, mahasiswa, dosen, masih banyak yang bersimpati, menghormati dan tidak sesuai dengan pemikiran yang dilaporkan (GAR-ITB) itu. 

"Kenapa kok ada sekelompok kecil orang di ITB yang mengatakan seperti itu. Lalu, saya juga sudah menghubungi beberapa alumi ITB, bahkan tokoh-tokoh yang pernah juga menjabat di republik ini. Mereka mengatakan itu kelompok kecil saja di ITB, mengatasnamakan ITB seperti itu," ungkapnya.[]