Ekonomi

Pamer Kinerja BUMN Pasca Transformasi, Erick: Laba Bersih Naik 356 Persen

Erick Thohir mengatakan laba bersih BUMN melonjak 356 persen pada semester I 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena transformasi yang dilakukan


Pamer Kinerja BUMN Pasca Transformasi, Erick: Laba Bersih Naik 356 Persen
Menteri BUMN Erick Thohir (DOKUMEN)

AKURAT.CO, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengklaim bahwa transformasi yang dilakukan oleh pihaknya dalam beberapa tahun belakangan ini menghasilkan peningkatan kinerja.

Hal itu dibuktikan dari catatan laba bersih seluruh perseroan milik negara yang melonjak 356 persen pada semester I 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Kita punya net income tahun kemarin semester I itu Rp6 triliun, kumulatif satu tahun Rp13 triliun, tahun ini semester I sudah Rp26 triliun. Karena apa, karena transformasi, efisiensi," kata Erick Thohir pada Ulang Tahun ke-57 RNI dan peringatan Hari Pangan Sedunia di Jakarta, Selasa (18/10/2021). 

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan bakal fokus melakukan transformasi BUMN di sektor pangan pada akhir tahun 2021 hingga tahun depan. Ia juga menyebut sektor pangan akan dijadikan sebagai penggerak ekonomi Indonesia ke depan melalui transformasi holding BUMN pangan.

Erick Thohir pun mengaku tidak segan-segan untuk merombak jajaran direksi dan komisaris di BUMN pangan apabila kinerjanya dinilai tidak memuaskan.

Namun ia menjelaskan perombakan yang terjadi bukan dikarenakan faktor suka tidak suka secara personal, melainkan dinilai dari kinerja dan komitmen perorangan dalam mengembangkan perusahaan.

"Saya akan sangat serius memantau pangan satu tahun ke depan. Dan mohon maaf, yang tidak ikut transformasi pastinya akan saya bongkar, akan saya ganti. Dan ini sudah terjadi di banyak BUMN, jadi nggak kaleng-kaleng ngomongnya, saya pastikan saya ganti. Tapi bukan karena suka dan tidak suka," terangnya.

Ketua Pelaksana KPCPEN itu membuktikan dari 20 jajaran direksi BUMN yang diundang untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin (18/10/2021), 40 persennya merupakan direksi yang dipilih oleh menteri sebelumnya dan tidak diganti karena kinerjanya yang baik.

"Dari 20 BUMN, 30 sampai 40 persen leadership yang dipilih oleh menteri sebelumnya. Tidak saya ubah. Karena kita manage sesuatu bukan karena suka dan tidak suka, tapi hasilnya yang saya lihat," ungkapnya.