Ekonomi

Pamer 'Kesaktian' UU Cipta Kerja, Gaya Pemerintah Rayu Investor AS Tancapkan Modal di Indonesia

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan mendorong peningkatan kerja sama ketenagakerjaan dengan Amerika Serikat (AS)


Pamer 'Kesaktian' UU Cipta Kerja, Gaya Pemerintah Rayu Investor AS Tancapkan Modal di Indonesia
Ilustrasi kerja sama Indonesia- Amerika Serikat (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mendorong peningkatan kerja sama ketenagakerjaan dengan Amerika Serikat (AS).

Dalam pertemuan bilateral dengan Deputy Undersecretary for International Affairs of USA, Thea Lee, yang berlangsung di Catania ini, Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Anwar Sanusi menyatakan penerapan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Kepada delegasi AS, Sekjen Anwar mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia telah melakukan relaksasi dan penyelarasan peraturan terkait guna menarik investasi asing lebih besar ke Indonesia. Antara lain yakni peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha, perlindungan dan kesejahteraan pekerja, kemudahan pemberdayaan dan perlindungan UMKM.

"Seiring peningkatan iklim investasi yang lebih kondusif melalui regulasi UU Cipta Kerja yang baru ini, Pemerintah Indonesia berharap investor asing asal AS dapat berpartisipasi menanamkan modal di Indonesia guna menciptakan lapangan kerja di Indonesia, meningkatkan daya saing, dan produktivitas pekerja Indonesia," ujar Anwar Sanusi dalam keterangannya, Rabu (23/6/2021).

Pemerintah Amerika Serikat, lanjut Anwar, juga menyambut baik implementasi regulasi baru ini dan berharap Pemerintah Indonesia dapat turut mendukung peningkatan produktivitas dan perlindungan sosial bagi pekerja Indonesia melalui skema Jaminan Kehilangan Pekerjaan (unemployment benefit).

Terkait dengan Presidensi Indonesia di Employment Working Group (EWG) G20 pada tahun 2022, Indonesia meminta dukungan pemerintah AS untuk mendukung isu-isu prioritas yang akan diangkat, di antaranya sustainable job creation and inclusive labour market towards changing world of work; human capacity development for sustainable growth of productivity; dan adaptive labour protection in the changing world of work.

Hal tersebut diungkapkan saat melakukan pertemuan bilateral dengan Amerika Serikat di sela-sela Labour Employment Minister Meeting (LEMM) G20, Catania, Selasa (22/6).

Anwar Sanusi menuturkan potensi kerja sama yang dapat dilakukan antara Indonesia dan Amerika Serikat yakni pengembangan kapasitas (capacity building) untuk pejabat fungsional ketenagakerjaan seperti pengantar kerja, pengawas ketenagakerjaan, mediator, dan instruktur; serta pelatihan vokasi yang inklusif untuk pekerja perempuan, muda, dan kelompok rentan. 

"Kedua negara memberikan perhatian khusus terhadap pentingnya pelatihan vokasi guna mendukung proses transisi dari dunia pendidikan ke dunia kerja, khususnya dalam mengurangi pengangguran angkatan kerja muda di Indonesia," katanya.

Sementara itu, Isu lainnya yang dibicarakan dalam pertemuan ini yakni pentingnya peningkatan penguatan pengawasan ketenagakerjaan.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co