News

Pakistan Dilanda Demonstrasi Rusuh Anti-Prancis, Pemimpin Partai Radikal Ditangkap

Pakistan memblokir singkat akses ke seluruh media sosial pada Jumat (16/4). Langkah ini ditempuh setelah aksi protes anti-Prancis berhari-hari di seluruh negeri


Pakistan Dilanda Demonstrasi Rusuh Anti-Prancis, Pemimpin Partai Radikal Ditangkap
Pendukung Partai Tehreek-e-Labiak mengikuti aksi duduk sejak Senin (12/4) untuk menuntut diusirnya duta besar Prancis sebelum 20 April (Associated Press)

AKURAT.CO, Pakistan memblokir singkat akses ke seluruh media sosial pada Jumat (16/4). Langkah ini ditempuh setelah berhari-hari dilanda aksi protes anti-Prancis di seluruh negeri oleh kelompok Islam radikal yang menentang kartun yang mereka anggap melecehkan.

"Laman termasuk Twitter dan Facebook diblokir selama 4 jam atas perintah dari kementerian dalam negeri," kata Khurram Mehran, juru bicara badan pengatur media Pakistan, dilansir dari Associated Press.

Sementara itu, demonstrasi dengan kekerasan berlangsung di Lahore sejak Senin (12/4). Partai Tehreek-e-Labiak yang dipimpin oleh Saad Rizvi mengobarkan kekerasan, sehingga properti pribadi dan umum rusak serta mengganggu pasokan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. Beberapa pasien terkena dampaknya, termasuk pasien COVID-19 yang harus mendapat dukungan oksigen. Dua petugas polisi pun tewas dan 580 lainnya luka-luka.

Tiga demosntran juga tewas dalam bentrokan dengan badan keamanan. Pemerintah pun melarang partai tersebut.

Partai Rizvi telah mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron sejak Oktober tahun lalu. Orang nomor satu di Prancis itu dikecam karena membela karikatur Nabi Muhammad sebagai kebebasan berekspresi. Gambar-gambar itu telah diterbitkan ulang oleh majalah satir Charlie Hebdo untuk menandai pembukaan persidangan atas serangan mematikan tahun 2015 terhadap publikasi asli karikatur tersebut. Penerbitan ulang ini memancing kemarahan banyak Muslim di Pakistan.

Polisi pun menangkap Rizvi karena mengancam demonstrasi besar-besaran jika pemerintah tidak mengusir duta besar Prancis sebelum 20 April. Penangkapan ulama radikal ini lantas memicu demonstrasi dengan kekerasan oleh para pengikutnya. Mereka melakukan aksi duduk di seluruh negeri, sehingga mengganggu lalu-lintas.

Meski pasukan keamanan membersihkan hampir semua aksi unjuk rasa, ribuan pengikut Rizvi masih berkumpul di Lahore. Mereka bersumpah mati demi melindungi kehormatan Nabi Muhammad.

Seorang penasihat perdana menteri sebenarnya telah merilis foto dan pernyataan Rizvi melalui Twitter. Dalam pernyataan tersebut, Rizvi meminta para pendukungnya untuk membubarkan diri secara damai demi kebaikan negara dan mengakhiri aksi duduk utama mereka. Namun, sejumlah pengikutnya bersikeras untuk mendengar imbauan dari Rizvi sendiri sebelum menghentikan aksi. Demonstrasi di Lahore pun berlanjut setelah salat Jumat.

Partai Tehreek-e-Labiak dikenal beberapa tahun terakhir karena menentang perubahan undang-undang penistaan agama yang keras di negara itu. Berdasarkan undang-undang tersebut, siapa pun yang dituduh menghina Islam atau tokoh agama lain dapat dijatuhi hukuman mati jika terbukti bersalah.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu