Olahraga

Pakar: Semoga Sanksi WADA Ini yang Terakhir untuk Indonesia

Pakar: Semoga Sanksi WADA Ini yang Terakhir untuk Indonesia
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA, Raja Sapta Oktohari (kiri) bersama Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali (NOC Indonesia)

AKURAT.CO, Kabar pencabutan sanksi Agensi Anti-Doping Dunia (WADA) terhadap Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) diharapkan tidak sekadar momen lepas dari hukuman. Sudah sepatutnya Indonesia tidak lagi menerima sanksi serupa di masa depan.

“Semoga sanksi LADI kali ini menjadi yang terakhir diterima Indonesia. Ke depan, LADI harus independen, professional, dan modern karena ini aspek penting dalam mendukung prestasi olahraga Indonesia,” kata pakar olahraga Universitas Negeri Jakarta, Abdul Sukur, sebagaimana dipetik dari Antara, Kamis (27/1).

Pendapat ini disampaikan Abdul menyusul pemberitahuan Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, yang mengatakan bahwa WADA mencabut sanksi terhadap Indonesia per Feruari mendatang. Dengan demikian, Indonesia kembali diizinkan mengibarkan bendera Merah Putih di ajang internasional.

baca juga:

“Agar hal ini tidak terulang kembali di masa depan, saya rasa perlu ada tim pengawas dan pendampingan yang mungkin bisa dibentuk Kemenpora sampai memastikan LADI bisa bekerja dengan memenuhi standar WADA,” kata Abdul.

WADA sendiri dalam pernyataan resminya pada 17 Januari lalu menyebut bahwa Indonesia bersama Thailand saat ini sedang dalam masa pemulihan. Dalam daftar negara yang belum mematuhi regulasi WADA, Indonesia tergabung bersama Thailand, Korea Utara, dan Rusia.

Sanksi untuk Indonesia dijatuhkan WADA sejak Oktober tahun lalu di mana LADI disebutkan tidak mematuhi sejumlah kewajiban. Di antaranya adalah pembayaran jasa pemeriksaan laboratorium uji doping di Qatar.

Masalah ini menjadi perhatian publik ketika bendera Merah Putih tidak bisa dikibarkan pada seremoni podium juara Piala Thomas 2020 di Aarhus, Oktober lalu. Ketika itu, Indonesia menjadi juara dan bendera yang dinaikkan dalam seremoni tersebut adalah bendera PBSI.

Menerima kecaman publik, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, membentuk Satuan Tugas Tim Percepatan Pelepasan Sanksi WADA. Satgas ini dipimpin langsung oleh Ketua KOI Raja Sapta Oktohari.

Jika sanksi WADA benar dicabut pada Februari, maka Indonesia sudah bisa melihat Merah Putih di sejumlah ajang internasional seperti Piala AFF U-23 di Kamboja pada Februari mendatang juga SEA Games Hanoi yang dijadwalkan pada Mei nanti.[]