Ekonomi

Pakar Salahkan Kim Jong Un Soal Krisis Pangan dan Kelaparan Ekstrem Korea Utara

Pakar Salahkan Kim Jong Un Soal Krisis Pangan dan Kelaparan Ekstrem Korea Utara
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un berbicara dalam upacara peletakan batu pertama untuk Rumah Sakit Umum Pyongyang yang baru di Pyongyang, Korea Utara, Senin (17/3/2020). Rumah Sakit tersebut didirikan dalam rangka memperingati 75 tahun pendirian Partai Buruh Korea. (Via REUTERS/KCNA)

AKURAT.CO, Para ahli Amerika Serikat mengatakan penolakan Korea Utara terhadap bantuan pangan dari negara lain telah memperburuk kekurangan pangan yang parah.

"Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah menolak hampir semua tawaran bantuan, terutama dari AS dan Korea Selatan," jelas David Maxwell, seorang rekan senior di Foundation for Defense of Democracies yang berbasis di Washington, mengatakan kepada RFA pada Senin (3/10/2022).

"Sayangnya, tidak ada yang dapat dilakukan AS, Korea Selatan, atau masyarakat internasional tentang kekurangan pangan di Korea Utara kecuali Kim Jong Un bersedia menerima bantuan sesuai dengan prosedur standar untuk transparansi dan akuntabilitas distribusi," terangnya.

baca juga:

Dia menegaskan, Kim adalah satu-satunya sosok dominan yang memengaruhi situasi pangan di Korea Utara karena kaitannya dengan kebijakan negara.

"Rakyat Korea di utara menderita semata-mata karena keputusan kebijakan yang disengaja oleh Kim Jong Un untuk memprioritaskan pengembangan senjata nuklir dan rudal di atas kesejahteraan rakyat Korea Utara," kata Maxwell.

Perhatian dunia, ujar Maxwell, sudah sering ditujukan pada tetangga Korea Selatan itu, namun bantuan tidak kunjung berhasil diterima gara-gara Kim.

"Masyarakat internasional ingin meringankan penderitaan mereka, tetapi masalahnya hanya terletak pada Kim Jong Un," paparnya.

Soo Kim, seorang analis kebijakan yang berfokus pada keamanan nasional dan isu-isu kebijakan di Indo-Pasifik di RAND Corporation, setuju bahwa rezim Kim adalah hambatan terbesar untuk mendapatkan bantuan pangan internasional kepada Korea Utara.

"Kim tidak memprioritaskan kehidupan rakyatnya, dan dia bersedia membiarkan penduduk Korea Utara menderita selama itu tidak berdampak buruk pada kepemimpinan dan kepentingannya," tegasnya.

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi